Dalam sidang World Health Assembly / WHA pada mei 2010 menyepakati target pencapaian pengendalian campak pada tahun 2015 yaitu: Caku...
loading...
Dalam sidang World Health Assembly / WHA pada mei 2010 menyepakati target pencapaian pengendalian campak pada tahun 2015 yaitu:
- Cakupan imunisasi campak dosis pertama mencampai atau diatas 90 persen secara nasional dan minimal 8O Persen diseluruh kabupatan dan kota
- Menurunkan angka insiden campak menjadi dibawah < 5 Per 1.000.000 setiap tahun dan mempertahankannya
- Menurunkan angka kematian akibat campak meinimal 95 Persen dari perkiraan angka kematin tahun 2000
Upaya Pemerintah Dalam Pemberantasan Campak
Untuk mencapai tujuan pengendalian campak tersebut dilakukan beberapa upaya yaitu sebagai berikut:1. Imunisasi campak
- Imunasi rutin pada anak usia 9-11 Bulan dengan cakupan 90 persen, dan dilakukan sweeping jika cakupan belum tercapai
- BLF / Back Log Fighting yang dilakukan di desa yang tidak tercapai Imunisasi dasar campak selama Dua tahun berturut turut
- Melaksanakan imunisasi campak kesempatan kedua dengan cakupan diatas 95 persen pada anak usia kutang dari 5 tahun melalui Kegiatan crash program dan pemberian imunisasi campak pada anak saat masuk sekolah dasar.
2. Penyelidikan dan menajemen kasus campak
3.Melaksanakan surveilans campak berbasis individu dengan pemeriksaan serologi terhadap tersangka campak.
Program Imunisasi campak di indonesia
Program imunisasi campak diindonesia dimulai pada tahun 1982, dan kemudian pada tahun 1991 telah berhasil mencapai status imunasasi dasar lengkap secara nasional atau yang sering disebut universal child immunization / UCI.
Sejak tahun 2000 imunisasi campak kesempatan kedua diberikan pada anak sekolah kelas I VI secara bertahap, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian imunisasi campak secara rutin kepada anak sekolah dasar kelas I SD.
Untuk mempercepat Tercapainya perlindungan campak pada anak, sejak tahun 2005 sampai pertengahan 2007 dilakukan crash program imunisasi campak pada anak usia 6-59 bulan dan anak usia sekolah dasar siseluruh provinsi dalam 5 phase dan follow up campaign dilakukan secara bertahap semenjak tahun 2009-211.
Dan untuk menilai tingkat keberhasilan dampak dari imunisasi juga adanya kegiatan surveilans campak dan juga bertujuan untuk memberikan arahan program agar efektif dan efisien. Surveilans campak juga bertutujuan untuk mengetahui tingkat kematian dan perhitungan estimasi tingkat kejadian, sehingga bisa di lakukan berbgai upaya untuk pencegahan dan penanganan yang maksimal untuk mencegah endemic campak disuatu wilayah.
Dengan dilakukan berbagai upaya tersebut diharapkan angka kematian akibat campak bisa menurun, sehingga upaya program dan jumlah wilayah endemic campak juga berkurang.
Pemberantasan campak dari tahap reduksi mulai diarahkah ke tahap eliminasi. Dengan penguatan stategi imunisasi dan surveilans berbasis kasus individu.
Vaksinasi campak di Indonesia
Indonesia menggunakan vaksin baku kering produksi PT Biofarma, jenis Life attenuatede measles vaccines cam-7O. Puncak pembentukan antibody terjadi pada sekitar 21-28 Seteleh pemberian vaksin.
Vaccine efficacy, campak pada anak yang mendapatkan vaksin, pada usian 9 bulan sebesar 85 Persen, pada anak yang menerima vaksin campak pada usia 12 bulan sebesar 95 Persen dan pada anak usia 15 bulan sebesar 98persen.
Demikian pembahasan singkat tentang upaya pemerintah dalam pemberantasan campak di Indonesia. Info diatas di kutip dari Buku Kesehatan dan buku petunjuk teknis Surveilans campak, direktorat jenderal PP dan Pl kementrian kesehatan Indonesia tahun 2O12, serta dari berbagai sumber media dan website kesehatan Indonesia.