Sirup jagung yang tinggi fruktosa adalah pemanis buatan yang biasanya digunakan untuk menggantikan gula alami. Sirup jagung ini dibuat dengan metode penggilingan jagung menjadi tepung jagung, dan kemudian tepung jagung diproses untuk mendapatkan sirup glukosa.
Sirup jagung populer digunakan di berbagai produk makanan karena lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami. Menyatu dengan baik dengan semua jenis makanan, rasanya juga semanis gula biasa, tidak cepat rusak dan lebih murah dibandingkan pemanis lain.
Sirup jagung biasanya ditemukan di beberapa makanan dan minuman, seperti soda dan minuman ringan, permen, sereal bergula, selai, jelly, saus tomat, yoghurt, saus salad dan es krim.
Namun, fakta bahwa sirup jagung ternyata berbahaya bagi kesehatan yang tak boleh Anda abaikan begitu saja. Berikut adalah beberapa alasan mengapa mengonsumsi sirup jagung yang berfruktosa tinggi dapat membahayakan kesehatan Anda.
1. Berat badan tak terkendali
Berat badan tak terkendali dan obesitas merupakan gejala untuk sejumlah penyakit fatal dan penyebab utama kematian. Konsumsi secara teratur sirup jagung menyebabkan kenaikan berat badan karena sirup jagung tidak dimetabolisme oleh tubuh seperti gula biasa.
2. Peradangan
Peradangan dalam tubuh adalah salah satu faktor yang mendasari perkembangan penyakit seperti diabetes, demensia, penyakit jantung, kanker dan penuaan dini. Sebuah studi tahun 2005 yang dilakukan di Rumah Sakit Anak Oakland Research Institute menemukan bahwa sirup jagung yang ada di makanan olahan lebih sulit untuk diserap usus, dan karena sulit dapat mengakibatkan peradangan.
3. Penyebab penyakit liver
Penyakit hati berlemak nonalkohol terjadi karena penumpukan lemak di organ hati. Konsumsi fruktosa berlebihan dapat menyebabkan timbulnya dan berkembangnya penyakit hati berlemak nonalkohol, menurut sebuah studi tahun 2011.
Karena sirup jagung tidak dicerna oleh tubuh Anda, aliran darah dengan cepat menyerapnya. Setelah diserap tubuh, kemudian dibawa ke hati dan memicu lipogenesis, proses yang menghasilkan lemak hati. Hal ini memicu asam lemak nonalkohol.
4. Meningkatkan risiko asam urat
Asam urat yang diproduksi selama proses pencernaan, dan terlalu banyak dalam tubuh bisa sangat berbahaya. Sebuah sistem individu yang sehat menghasilkan jumlah asam urat tak banya, yang nantinya akan dieliminasi oleh tubuh. Namun, konsumsi secara teratur fruktosa dapat menyebabkan kelebihan produksi asam urat.
5. Penyebab batu ginjal
Konsumsi fruktosa telah dikaitkan dengan perkembangan batu ginjal. Batu ginjal yang kecil, biasanya terbentuk ketika mineral dalam urin mulai bersatu.
Sementara batu ginjal kecil dan dapat dilalui dari tubuh melalui urine, beberapa tumbuh cukup besar dan memblokir ureter, mengakibatkan rasa sakit yang hebat. Gejala yang terkait dapat mencakup nyeri buang air kecil, adanya darah dalam urin, mual, muntah dan demam.
6. Penyebab diabetes tipe 2
Ketika Anda makan makanan, tubuh Anda memproduksi glukosa yang digunakan oleh sel untuk membuat energi. Insulin, hormon yang diproduksi oleh tubuh, akan mentransfer glukosa ke sel.
Orang yang didiagnosis dengan diabetes tipe 2 dilaporkan secara teratur mengonsumsi fruktosa dan gula berlebihan, menurut sebuah studi 2007 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition.
Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah Anda. Tubuh Anda mengubah kalori ekstra yang diterimanya dari makanan menjadi lemak, setelah menggunakannya dalam jumlah besar untuk menghasilkan energi. Peningkatan jumlah trigliserida dalam tubuh meningkatkan risiko penyakit arteri dan serangan jantung koroner.
Orang yang secara teratur mengkonsumsi lebih dari tiga porsi minuman bersirup jagung selama 2 minggu dilaporkan memiliki peningkatan secara signifikan kadar trigliserida dan peningkatan risiko secara keseluruhan penyakit jantung, menurut sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam The Journal of Endocrinology and Metabolism.
8. Meningkatkan kolesterol jahat
Low-density lipoproteins (LDL) adalah kolesterol berbahaya tubuh Anda. Kolesterol ini sering disebut sebagai "silent killer". Konsumsi fruktosa tinggi secara signifikan meningkatkan kadar LDL dalam tubuh, menurut sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition.
9. Menyebabkan tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi, adalah suatu kondisi di mana kekuatan aliran darah terhadap pembuluh darah Anda terlalu kuat. Hal ini akan merusak pembuluh darah dan akhirnya juga merusak organ hati Anda.
Asupan tinggi fruktosa berhubungan positif dengan hipertensi tinggi terlepas dari riwayat hipertensi, menurut sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology.
Lemak yang menumpuk di sekitar pinggang Anda adalah salah satu faktor yang dikombinasikan dengan faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya lain, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Hal ini juga meningkatkan resiko terkena asma dan penyakit Alzheimer.
Asupan fruktosa yang tinggi dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena penumpukan lemak perut dan meningkatkan lingkar pinggang, menurut sebuah studi tahun 2007 yang diterbitkan dalam Circulation.
Itu tadi beberapa bahaya kesehatan mengonsumsi sirup jagung dalam jangka panjang. Sudah seharusnya mulai dari sekarang Anda membatasi asupan gula, termasuk yang berasal dari sirup jagung.