Setiap orang baik pria atau wanita mempunyai resiko terkena hipertensi dan menyebabkan efek samping yang berbahaya, terutama pada I...
Hipertensi kronik pada Ibu Hamil, biasanya terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu atau menetap lebih dari 12 minggu setelah persalinan. Penanganan Hipertensi pada Ibu Hamil tentu tidak boleh sembarangan memberikan obat antihipertensi. Karena apabila terjadi penurunan tekanan darah yang berlebihan bisa memicu penurunan perfusi plasenta yang memperburuk prognosis perinatal.
Hipertensi gestasional pada Ibu Hamil bisa terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu, dan Penyebab Hipertensi ini belum diketahui dengan pasti. Namun yang perlu ditekankan adalah sekitar 50 % pasien ini bisa berkembang menjadi pre-eklampsia pada usia kehamilan 24-35 minggu sehingga memicu kelahiran bayi prematur. Prevalensi ibu hamil dengan hipertensi mencapai 2,1%, dan di dunia, prevalensi hipertensi pada kehamilan terjadi pada sekitar 12-18% dan mengakibatkan kematian perinatal 20-25%.
Resiko Hipertensi pada wanita Menopause adalah bisa menyebabkan wanita mengalami penurunan produksi estrogen. Kondisi ini menyebabkan kekakuan dinding arteri sehingga akhirnya memicu peningkatan tekanan darah sistolik.
Untuk mecegah resiko berbahaya Hipertensi, para wanita sebaiknya rutin mengontrol tekanan darah dan menjaga pola makan sehat rajin berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Hal ini tentu lebih ditekankan lagi bagi ibu hamil dan wanita yang masuk masa Menopause.
Ringkasan:
- Hipertensi pada Ibu Hamil terbagi menjadi dua yaitu hipertensi kronik dan hipertensi gestasional,
- Hipertensi Kronik dan hipertensi gestasional sering terjadi pada usia kehamilan 20 minggu,
- Hipertensi paa Ibu Hamil bisa berkembang menjadi pre-eklampsia dan memicu persalinan prematur.