Masa Subur Setelah Menstruasi merupakan masa yang penting bagi sebagian wanita yang telah menikah. Pasalnya, bagi pasangan suami da...
Pada dasarnya, terdapat banyak sekali cara yang bisa dilakukan oleh pasangan suami istri untuk menghitung masa subur wanita. Salah satu cara termudah biasanya adalah menggunakan kalkulator masa subur. Perhitungan Masa Subur ini bisa mudah didapatkan secara online maupun dalam bentuk aplikasi gadget. Namun demikian, Anda pun bisa menghitung fase subur ini dengan cara manual, karena pada dasarnya rumusnya tidak terlalu sulit.
Fase subur setelah menstruasi terbagi dalam dua jenis, yakni fase subur biasa dan puncak fase subur. Puncak fase subur ini dapat dihitung setelah istri mengalami menstruasi pada hari pertama. Nah, sedangkan fase subur biasa, hal ini akan terjadi pada saat pra atau pasca menuju fase subur puncak. Well, untuk memudahkan Anda, berikut kami berikan contoh jika menstruasi pertama terjadi pada saat tanggal 10 July.
Jika menstruasi terjadi pada tanggal 10, maka bisa dikatakan puncak fase subur ini akan terjadi pada tanggal 23 July. Kemudian untuk fase subur biasa, diperkirakan akan jatuh pada tanggal 20 hingga 22 serta tanggal 24 hingga 26. Dari situ bisa ditarik kesimpulan, jika masa subur setelah haid terjadi pada tanggal 20 hingga 26. Namun, hal itu hanya berlaku bagi mereka yang memiliki siklus menstruasi teratur.
Untuk menghitung masa subur wanita dengan siklus haid tidak teratur, terbilang sedikit sulit karena Anda harus memiliki catatan haid jangan panjang (dikurangi 11) dan pendek dalam 6 bulan terakhir dikurangi (18). Untuk mempermudah, berikut kami berikan contoh. Misalnya Anda memiliki siklus 31 hari (panjang) dan 26 (pendek), maka perhitungannya, 31-11=20 dan 26-18=8. Dari perhitungan ini bisa didapat fase subur ada pada hari ke 8 hingga 20.
Ringkasan:
- Menghitung masa subur merupakan hal yang paling penting bagi pasangan suami istri yang sudah menikah.
- Masa subur bisa dilakukan menggunakan kalkulator masa subur online dan manual.
- Perhitungan masa subur ini bisa dilakukan menjadi 2, yaitu perhitungan bagi wanita yang memiliki siklus teratur dan tidak teratur.