Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kesiapan Menghadapi Persalinan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persalinan dan kelahiran m e...
loading...
Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kesiapan Menghadapi Persalinan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal.
Kelahiran seseorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan
keluarga menantikannya selama 9
bulan. Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya
serviks, dan janin turun ke dalam jalan
lahir. Kelahiran adalah proses dimana
janin dan ketuban didorong ke luar melalui jalan lahir.
World Health Organization (WHO) melakukan pembahasan khusus tentang
Angka Kematian Ibu di kawasan Asia Tenggara menyumbang hampir sepertiga jumlah
kematian ibu dan anak global. WHO memperkirakan sebanyak 37 juta kelahiran
terjadi dikawasan Asia Tenggara setiap tahun, sementara total kematian ibu dan bayi lahir
dikawasan ini diperkirakan berturut turut 170 ribu dan 1,3 juta pertahun. Data dari WHO, UNICEF, UNFPA dan bank dunia
menunjukan angka kematian ibu hingga saat ini masih kurang dari satu persen
pertahun, hal ini bisa dicapai bila semua pihak terintegrasi, baik ditingkat
local maupun nasional.
Kesiapan
bayi ibu untuk hidup di luar tubuh ibu bertepatan dengan kemampuannya
memproduksi berbagai substansi yang akan memberi umpan balik pada peredaran
darah ibu dan memainkan peran penting dalam memicu perubahan yang mengawali
persalinan. Kesiapan ibu itu sendiri baik secara fisik maupun emosional untuk
menghadapi persalinan juga penting. Biasanya, saat waktu yang tepat untuk ibu
maupun bayi tiba, persalinan akan dimulai.
Persiapan
persalinan sering kali diabaikan oleh para Ibu di awal-awal atau pun di
pertengahan proses kehamilan. Padahal jika persiapan persalinan ini ditunda,
banyak kerugian yang bisa Ibu dan bayi Ibu dapatkan. Selain barang-barang yang
tidak disiapkan dengan matang, mental dan fisik Ibu pun tidak sepenuhnya akan
siap menghadapi proses persalinan.
Untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals
(MDGs) yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 102 per
100.000 kelahiran hidup (KH) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 23 per 1.000
KH pada tahun 2015, perlu upaya percepatan yang lebih besar dan kerja keras
karena kondisi saat ini, AKI 228 per 100.000 KH dan AKB 34 per 1.000 KH(2)
Ketidaksiapan ibu dalam menghadapi persalinan menjadi salah
satu faktor penyebab tingginya AKI. Pada waktu persalinan jika ditemukan adanya
2 komplikasi obstetri dan ibu tidak mengerti tentang persiapan
yang dibutuhkan menjelang persalinan, maka ibu tidak mendapatkan pelayanan yang
sesuai dan tepat waktu sehingga terjadi tiga keterlambatan dalam rujukan, yaitu
yang pertama adalah keterlambatan dalam pengambilan keputusan untuk merujuk,
karena ketidakmampuan ibu/keluarga untuk mengenali tanda bahaya, ketidaktahuan
kemana mencari pertolongan, faktor budaya, keputusan tergantung pada suami,
ketakutan akan biaya yang perlu dibayar untuk transportasi dan perawatan di
rumah sakit, serta ketidak percayaan akan kualitas pelayanan kesehatan, yang
kedua adalah Keterlambatan dalam mencapai fasilitas kesehatan, dipengaruhi oleh
jarak, ketersediaan dan efisiensi sarana transportasi, serta biaya, yang ketiga
adalah Keterlambatan dalam memperoleh pertolongan di fasilitas kesehatan,
dipengaruhi oleh jumlah dan keterampilan tenaga kesehatan, ketersediaan alat,
obat, transfusi darah dan bahan habis pakai, manajemen serta kondisi fasilitas
kesehatan(1)
Beberapa
faktor penyebab langsung kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh
perdarahan, eklampsia, dan infeksi. Sedangkan faktor tidak langsung penyebab
kematian ibu karena faktor terlambat dan terlalu. Ini semua terkait dengan
faktor akses, sosial budaya, pendidikan, dan ekonomi.
Data
SDKI, 2007 menjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tertinggi Se- ASEAN.
Jumlahnya mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Pemerintah masih dituntut
bekerja keras menurunkannya hingga tercapai target Millennium Development Goal
(MDG) 5, menurunkan AKI menjadi 102/100.000 pada tahun 2015.
Beberapa
faktor penyebab langsung kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh
perdarahan, eklampsia, dan infeksi. Sedangkan faktor tidak langsung penyebab
kematian ibu karena faktor terlambat dan terlalu. Ini semua terkait dengan
faktor akses, sosial budaya, pendidikan, dan ekonomi.
Berdasarkan
data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2012 Angka Kematian Ibu
adalah 109.2 per 100.000 kelahiran hidup, yang disebabkan oleh hipertensi 30,1
%, perdarahan 27,7 %, infeksi 3,9 %, partus lama 0,3 % dan lain-lain 38,0 %.
Sedangkan Angka Kematian Bayi 6,3 per 1.000 kelahiran hidup yang diebabkan dari
kematian neonatal yaitu karena BBLR 43,7 %, asfiksia 26,1 %, kelainan
kongenital 7,9 % , sepsis 2,5 %, icterus 1,4 %, tetanus neonatorum 0,6 %,
lain-lain 17,7 % , dan penyabab kematian bayi yaitu pneumonia 26,7 %, diare
11,3 %, kelainan saraf 2,8 %, kelainan saluran cerna 2,3 %, tetanus 0,2 %, dan
lain-lain 56,6 %.
Dari data yang diperoleh
dari Dinas Kesehatan kota XXX pada tahun 2013 ada 9 kasus kematian ibu, yaitu 3
kasus meninggal saat hamil, 1 kasus saat melahirkan dan 5 kasus saat masa
nifas. Sedangkan jumlah kematian bayi dan balita terdapat 64 kasus(3)
Dari data hasil survey tahunan di Puskesmas poned Kota XXX pada tahun
2012 tidak ada kasus kematian ibu, sedangkan kasus kematian bayi sebanyak 15
kasus yang disebabkan oleh karena lahir dengan kondisi prematur (BBLR), suspek
aspirasi, aspirasi, IUFD, diare dan kelainan kongenital. Di tahun 2013 ada 1 kasus kematian ibu yang disebabkan
karena kelainan jantung, dan ada 13 kasus kematian bayi yang disebabkan oleh
BBLR, bronchopneumoni, asfiksia, diare, IUFD dan kelainan kongenital. Di tahun
2014 pada bulan januari sampai bulan mei
ini terdapat 2 kasus kematian bayi yang disebabkan oleg leukimia dan
BBLR(4)
Untuk mencegah
timbulnya komplikasi dalam kehamilan, persalinan dan nifas, dapat dilakukan
mulai saat diketahui hamil, terlebih lagi persiapan-persiapan prsalinan. Karena
dari saat pertama hamil sampai dengan melahirkan, ada cukup waktu yang lama
untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan saat bersalin. Seperti
kesiapan psikologi, fisik, ekonomi dan lain-lain. Walaupun persiapan-persiapan
persalinan tidak dapat menghilangkan komplikasi, setidaknya persiapan
persalinan dapat membuat kondisi menjadi lebih terkendali.
Berdasarkan
uraian di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kesiapan Persalinan di Kelurahan XXX Wilayah
Kerja Puskesmas Poned XXX Kota XXX Tahun 2014.
1.2
Rumusan Masalah
Ketidaksiapan ibu dalam menghadapi persalinan menjadi salah
satu faktor penyebab tingginya AKI. Pada waktu persalinan jika ditemukan adanya
2 komplikasi obstetri dan ibu tidak mengerti tentang persiapan yang dibutuhkan
menjelang persalinan, maka kemungkinan
ibu tidak akan mendapatkan pelayanan yang sesuai dan tepat waktu. Pada tahun 2013
ada 1 kasus kematian ibu yang disebabkan karena kelainan jantung, dan
ada 13 kasus kematian bayi yang disebabkan oleh BBLR, bronchopneumoni,
asfiksia, diare, IUFD dan kelainan kongenital.Berdasarkan
uraian dari latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah bagaimana Hubungan usia ibu hamil dengan kesiapan persalinan di
kelurahan XXX wilayah kerja puskesmas poned XXX kota XXX tahun 2014
1.3
Tujuan Penelitian
1.3.1
Tujuan Umum
Untuk
mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kesiapan persalinan di kelurahan XXX
wilayah kerja puskesmas poned XXX kota XXX tahun 2014
1.3.2
Tujuan khusus
1.
Diketahuinya
gambaran usia ibu hamil di kelurahan XXX wilayah kerja puskesmas poned XXX kota
XXX tahun 2014
2.
Diketahuinya
gambaran kesiapan persalinan ibu hamil di kelurahan XXX wilayah kerja puskesmas
poned XXX kota XXX tahun 2014
1.4
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang
lingkup penelitian ini hanya membatasi apakah ada Hubungan antara usia ibu
hamil dengan kesiapan persalinan di kelurahan XXX wilayah kerja puskesmas poned
XXX kota XXX juni tahun 2014. Objek dalam penelitian ini adalah seluruh ibu
hamil trimester 3 di kelurahan XXX sebanyak 35 orang. Desain penelitian secara
analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Data yang digunakan adalah
data primer dengan instrumen bantu kuesioner. Lokasi penelitian di kelurahan XXX
wilayah kerja puskesmas poned XXX mulai dari bulan juni-juli 2014.
1.5
Manfaat penelitian
1.5.1
Manfaat Teoritis
a.
Bagi Peneliti
Penelitian ini sangat bermanfaat untuk
menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan dalam penelitian serta sebagai
sarana untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah.
b.
Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat
khususnya dalam kepustakaan tentang berhubungan usia ibu hamil dengan kesiapan
persalinan
1.5.2 Manfaat
Praktis
a.
Bagi Lahan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan masukan guna meningkatkan pelayanan dan pendidikan kesehatan kepada
ibu hamil tentang pentingnya persiapan persalinan dan macam-macam persiapan
yang perlu disiapkan.
b.
Bagi Responden
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat
meningkatkan keyakinan responden bahwa persiapan persalinan penting untuk
disiapkan sedini mungkin.
DOWNLOAD KTI KEBIDANAN FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD