Kemajuan perkembangan embrio dari minggu keempat sampai lahir dijelaskan pada postingan sebelumnya tentang pertumbuhan embrio dan ...
loading...
Kemajuan perkembangan embrio dari minggu keempat sampai lahir dijelaskan pada postingan sebelumnya tentang pertumbuhan embrio dan janin selama masa kehamilan. Pertumbuhan dan perkem bangan berlanjut dan konsepsi dalam suatu tujuan yang berurutan, sebagai proses total, dan dalam pola yang dapat diperkirakan.
Posmaturitas (kehamilan melebihi 42 minggu)
Sekitar satu dari delapan bayi tidak dilahirkan ketika ia siap, tetapi berada di dalam Rahim melebihi batas waktu normal kehamilan. Secara menakjubkan, bayi-bayi ini tidak lebih baik untuk tetap berada didalam Rahim ibu yang sudah melebihi batas normal usia kehamilan.
Mereka terlihat seperti sampah karena kehilangan lemak subkutan. Kulit rnereka kering dan seperti parenkim verniks kaseosanya menghilang. Kuku jari-janya serta rambutnya panjang, dan kulitnya mungkin dipenuhi dengan mekonium. Bayi posmatur secara khas terlihat gelisah dan mata melotot, kegelisahan menandakan kebutuhan kronik oksigen intra uterin.
Mortalitalitas perinatal lebih besar pada bayi posmatur dibanding dengan mereka yang lahir term. Kira-kira 75% sampai 85% mati selama persalinan. Kondisi mereka yang buruk disebabkan oleh kemajuan disfungsional plasenta yang menua. Plasenta semakin sedikit memberikan makanan dan oksigen yang dibutuhkan. Bayi postmatur dirawat sebagai bayi risiko tinggi.
Untuk mencegah risiko demikian, ketika menghitung lamanya kehamilan harus akurat, setelah 42 minggu dokter harus memilih untuk menginduksi persalinan atau melakukan persalinan sesar.
FAKTA-FAKTA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTUMBUHAN EMBRIO DAN JANIN
Transfer plasenta
.
Darah janin dan meternal mengalir melalui dua sistem yang berbeda; keduannya tidak tercampur dengan bebas. Tiga lapisan jaringan memisahkan kedua aliran darah seperti jaringan tropoblastikjanin, jaringan penunjang, dan jaringan endotel dan kapiler janin.
Setiap substansi yang lewat di antara ibu dan bayi harus melewati lapisan permiabel ini. Meskipun disebut placental barrier, jaringan ini tidak menghambat masuknya semua substansi yang berbahaya ke dalam sirkulasi janin, seperti yang diyakini. Di samping itu, jaringan tersebut berfungsi sebagai penyaring dimana semua bahan bergerak.
Oksigen melewati sisi maternal ke sisi janin, dan area dengan konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang rendah. Zat gizi melewati alinan ibu ke bayi dan zat-zat sisa metabolisme dan bayi ke ibu.
Pada sisi barrier ibu, arteri uterina membawa darah ke dalam spasium intervillious dan vena uterina membawa darah keluar. Pada sisi janin, arteri umbilikalis membawa darah ke dalam area dan vena umbilikalis mengembalikan darah kejanin.
Hormon-hormon plasenta
Plasenta yang berkembang dari tonjolan khonionik,tidak hanya sebagai sumber makanan dan sebagai penyaring bagi janin. Plasenta juga merupakan kelenjar endokrin sementara, yang mensekresi hormon-hormon esensial untuk memelihara kehamilan.
Dengan berakhirnya minggu kedua masa gestasi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sel-sel sitotropoblastik dalam khorion mensekresi human chorionic gonadotropin (hCG), yang membantu mempertahankan korpus luteum.
Sekitar bulan keempat masa gestasi, perkembangan kehamilan membutuhkan lebih banyak progesteron dan estrogen dari yang disediakan oleh korpus luteum. Pada saat itu plasenta mengambil alih dan membentuk lebih dan 50 kali tingkat hormon pada saat tidak hamil.
Korpus luteum kemudjan mengkerut dan fungsinya berkurang. Pada minggu keempat masa gestasi, human placenta lactogen (hPL) dapat dideteksi. Hormon ini terus dihasilkan sepanjang masa kehamilan, menyiapkan tubuh calon ibu untuk menyusui.
Estrogen dan progesteron merupakan hormon yang amat penting selama kehamilan. Estrogen dapat membantu fungsi-fungsi antara lain:
Menebalkan dinding otot uterus
Meningkatkan lebih banyak suplai darah uterus
Memperbesar payudara
Mempermudah perkembangan embrio
Sedangkan progesterone juga mampu membantu fungsi-fungsi antara lain:
Mencegah ovulasi kembali
Membantu dalam perkembangan endometrium
Relaksasi Otot-otot dinding uterus sampai proses persalinan dimulai
Menyiapkan sel-sel khusus payudara untuk menghasilkan ASI
Cairan amnion
Jumlah cairan amnion meningkat secara bertahap sampai janin full term terbenam sekitar 1000 ml. Cairan ini bersifat agak alkali dan terdiri dan 98% air serta sejumlah bahan-bahan lain selama masa kehamilan, termasuk urea, sel-sel epitel, lemak, bilirubin, fruktosa, dan albumin.
Cairan amnion ini mampu:
Melindungi janin dan trauma dan kehilangan panas
Memungkinkan kebebasan untuk bergerak, memungkinkan pertumbuhan secara simetris dan perkembangan musculoskeletal
Bertindak sebagai sistem eksresi-sekresi
Sebagai sumber cairan oral bagi janin
Analisa pada cairan ini dengan amniosentesis membantu deteksi prenatal terhadap beberapa kelainan.
Sirkulasi janin
Janin tidak membutuhkan hepar (pabrik nutrisi) atauparu-paru (pusat pertukaran oksigen) tetapi menggunakan milik ibunya. Tiga buah rute pirai yang secarakhusus menyediakan sebagian besar darah bagi janinmelewati organ-organ seperti duktus venosus, yang mengalir Iangsung melalui hepar; dan foramen ovale serta duktus arteriosus, langsung ke paru-paru.
Darah yang banyak mengandung oksigen dan zat gizi, meninggalkan plasenta melalui vena umbilikus. Kemudian darah dialirkan melalui hepar ke vena kava inferior melewati duktus venosus. Pengalihan ini menghindan sistem portal hepar.
Saat mencapai jantung,darah selanjutnya melewati paru-paru yang belum berfungs dengan mengalir melalui foramen ovale, suatu ostium di antara atrium kanan dan kiri. Pirai yang ketiga merupakan pembuluh darah yang pendek disebut duktus arteriosus, yang megalihkan sebagian besar darah dari paru-paru langsung ke dalam aorta.
Jantung janin memompakan daran ke dalam tubuh janin dengan kecepatan 120-160 kali permenit. Tekanan darah dalam arteri janin kira-kira 60/35 mmHg.
Pada saat lahir, tekanan atmosfir menekan udara masuk ke dalam paru-paru bayi. Sumbu umbilikus dipotong dan diikat, dan pembuluh umbilikus pada bayi menjadi layu karena tidak lagi digunakan. Ketiga pirai yang mengendalikan sirkulasi janin tertutup karena perubahan yang terjadi dalam tekanan darah. Kemudian sirkulasi pada bayi menjadi sama dengan sirkulasi pada orang dewasa.