Hubungan Antara Seksualitas Pada Kehamilan Trimester 1 Dengan Kejadian Abortus BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mortalitas ...
loading...
Hubungan Antara Seksualitas Pada Kehamilan Trimester 1 Dengan Kejadian Abortus
Downoad KTI FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Mortalitas dan Morbiditas pada wanita hamil di Indonesia masih menurun
masalah besar yang memerlukan prioritas utama karena sangat menentukan kualitas
sumber daya manusia di masa mendatang sebagai tolak ukur keberhasilan kesehatan
ibu , maka indikator terpenting untuk menilai kualitas pelayanan Obstetri dan
gynekologi disuatu wilayah adalah AKI dan AKB di wilayah tersebut. (1)
Menurut tahun WHO 2007 jumlah kematian
ibu sekitar 325/100.000 persalinan hidup, sedangkan jumlah kematian perinatal
sebesar 568/100.000 orang. Dari jumlah kematian ibu dan perinatal tersebut,
sebagian besar terjadi di Negara berkembang karena kekurangan fasilitas,
terlambatnya pertolongan persalinan dan pendidikan masyarakat yang tergolong
rendah. Pada kenyataannya pertolongan persalinan oleh dukun bayi merupakan
pertolongan yang masih diminati oleh masyarakat . Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)
tahun 2012 Angka Kematian
Ibu (AKI) di Indonesia berada pada angka
359/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah 32/1000
kelahiran hidup. (2)
Kesehatan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan karena untuk
menentukan masa kehidupan yang akan datang. Dengan melakukan sesuatu terbaik
bagi kesehatan agar kehidupan yang akan datang menjadi lebih baik.
Pembangunan kesehatan menurut DEPKES RI adalah terwujudnya Indonesia sehat
2015 yang ditunjukan bagi semua lapisan masyarakat agar mandiri kesehatan dari
harapan tersebut timbul berbagai masalah yang menimbulkan angka kematian ibu.
(17)
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2013
AKI adalah 758 KH dan AKB 4.108 KH. (www.dinkes.jabarprov.go.id) Penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia
yang di tetapkan pada tahun 2010 yaitu sekitar 226/100.000 kelahiran hidup.
Untuk mewujudkan hal ini Depkes sedang mengadakan program Making Pregnancy Saver (MPS)
dengan program antara lain program perencanaan persalinan, dan perencanaan komplikasi. Hal
ini dapat diketahui oleh semakin tingginya angka kejadian Aborsi karena Aborsi
merupakan salah satu penyebab terjadinya perdarahan dan infeksi.(17)
Menurut Data dari Dinas kesehatan di Kota XXX pada tahun 2013 AKI 9/7287
kejadian yang mengakibatkan kematian Ibu di wilayah Kota XXX.(18)
Abortus/keguguran artinya suatu ancaman atau pengeluaran hasil
konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dan sebagai batasan
digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram.
Kejadian abortus sulit diketahui,
karena sebagian besar tidak dilaporkan dan banyak dilakukan atas permintaan.
Keguguran spontan diperkirakan sebesar 10 % sampai 15%. Biasanya kejadian keguguran
dilaporkan dalam angka keguguran (abortion rate). Angka keguguran ialah jumlah
keguguran dalam setiap 1000 kelahiran hidup. Dilaporkan besar angka keguguran
berkisar antara 8,3 % sampai 15 %. Angka ini di perkirakan lebih kecil dari
angka sebenarnya berdasarkan alasan alasan diatas. Angka keguguran ini bersifat
umum dan tidak memperhitungkan semua keguguran yang spesifikasilah jumlah
keguguran dalam setiap 1000 kehamilan dihitung dalam semenjak kehamilan pertama
pada setiap wanita yang pernah hamil. (3)
Menurut data
yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota XXX kejadian abortus pada tahun 2013
berjumlah 215 kasus, 26 kasus untuk 4 minggu, 71 kasus untuk 8 minggu, 77 kasus
untuk kehamilan 12 minggu, 20 kasus untuk kehamilan 16 minggu, 21 kasus untuk
kehamilan 20 minggu. (18)
Menurut data
yang diambil oleh peneliti di Puskesmas Kota XXX tahum 2012 ada 14 kasus yang
terjadi akibat abortus dan pada data tahun 2013 ada sekitar 15 kasus angka yang
terjadi abortus. Pada data yang diperoleh tahun 2014 ada 5 kasus yang terjadi
hingga bulan Mei 2014 dan 1 kasus menyebutkan karena faktor hubungan seksual. (19)
Berdasarkan data diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul Hubungan antara seksualitas pada kehamilan trimester 1 dengan
kejadian abortus di Puskesmas Poned Kota XXX tahun 2014.
B.
Rumusan Masalah
Menurut data
yang diambil oleh peneliti di Puskesmas Kota XXX tahum 2012 ada 14 kasus yang
terjadi akibat abortus dan pada data tahun 2013 ada sekitar 15 kasus angka yang
terjadi abortus. Pada data yang diperoleh tahun 2014 ada 5 kasus yang terjadi
hingga bulan Mei 2014 dan 1 kasus menyebutkan karena faktor hubungan seksual. (19)
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka
dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut: Adakah hubungan pengetahuan pada ibu hamil tentang hubungan seksual pada kehamilan
trimester 1 tentang hubungan seksual dengan kejadian di Puskesmas PONED Kota XXX Tahun 2014?.
C.
Tujuan
1.
Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang
hubungan seksual pada kehamilan trimester I
dengan kejadian abortus di
Wilayah kerja Puskesmas XXX
tahun 2014.
2.
Tujuan Khusus
a.
Diketahuinya pengetahuan ibu hamil Tentang seksualitas kehamilan trimester 1 dengan
kejadian abortus di Puskesmas Poned XXX
b. Diketahuinya kejadian
Abortus di Puskesmas Poned XXX tahun 2014.
D.
Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan terhadap semua ibu hamil yang berjumlah 261 ibu hamil trimester 1 pada bulan Mei tahun 2014, dilakukan karena untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil trimester 1
tentang hubungan seksual dengan kejadian abortus. Batasan dalam penelitian ini
dibatasi untuk mengetahui hubungan
ibu hamil tentang hubungan
seksual pada kehamilan trimester 1 dengan kejadian abortus di
kelurahan XXX Wilayah Kerja Puskesmas Poned Kota XXX Tahun 2014.
Penelitian
dilakukan pada bulan juni juli tahun 2014 Populasi pada penelitian ini semua ibu
hamil Trimester 1 pada bulan Mei 2014 sebanyak 33 Orang di Kelurahan XXX
Wilayah Puskesmas Poned Kota XXX tahun 2014.
E.
Kegunaan Penelitian
1.
Kegunaan Teoritis
a.
Bagi
Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya
dan dapat menambah bahan kepustakaan di XXX.
b.
Bagi
Peneliti
Untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan memberikan pengalaman
melaksanakan penelitian mandiri tentang hubungan pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual pada kehamilan trimester 1 dengan kejadian abortus. Dan dapat mengaplikasikan materi yang di dapat di bangku
perkuliahan dengan praktik di lapangan.
2.
Kegunaan Praktis
a.
Bagi Responden
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah
pengetahuan dan pemahaman ibu tentang Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang
hubungan seksual pada kehamilan trimester 1 dengan kejadian abortus.
b.
Bagi Instansi tempat
penelitian
Sebagai
sumbangan pemikiran dan sebagai evaluasi bagi peningkatan upaya pelayanan kehamilan
secara menyeluruh
di Pukesmas Poned Kota XXX. Sebagai evaluasi bagi peningkatan pelayanan
kehamilan dan persalinan.
Downoad KTI FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD