Penjelasan Mengapa Banyak Orang Meninggal Karena Minuman Manis
loading...
Penjelasan Mengapa Banyak Orang Meninggal Karena Minuman Manis
| Menurut hasil studi terbaru, minuman manis sebabkan 184. 000 kematian di
semua dunia tiap tahun. Temuan ini, dipresenntasikan pada pertemuan ilmiah 2013
yang mengacu pada kematian disebabkan diabetes, penyakit jantung serta kanker
yang menurut para ilmuwan berkaitan langsung dengan mengkonsumsi minuman manis,
minuman bersoda, minuman sari buah, minuman berenergi hingga es teh.
Angka hasil studi
menunjukkan bahwa minuman manis bisa mengakibatkan banyak kematian tiap
tahunnya, seakan sesering flu yang dapat datang kapan saja.
"Ini mesti jadi
prioritas global untuk mengurangi atau menyingkirkan gula atau pemanis minuman
dari daftar makanan, " tutur Dr. Dariush Mozaffarian, penulis senior studi
serta dekan Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts
University, Massachusetts.
Ada bukti bahwa
minuman manis berperan pada obesitas. Serta obesitas berperan pada mereka yang
berisiko diserang beragam pennyakit ini. Studi sebelumnya, menemukan bahwa
obesitas terkait dengan penyakit yang mengakibatkan kematian sampai 17 juta
orang per tahunnya.
Studi yang dipimpin
oleh Gitanjali Singh, seorang asisten profesor di Tufts. Para peneliti
menemukan ada peran minuman manis yang mengakibatkan kematian global berkenaan
obesitas. Mereka mengkalkulasi bahwa terdapat 133. 000 kematian per tahun yang
dikarenakan oleh diabetes type 2, 45. 000 kematian disebabkan penyakit kardiovaskular,
serta 6. 450 kematian disebabkan kanker.
Studi ini berdasar
pada analisa statistik kompleks dari rutinitas makan tiap – tiap negara serta
pemicu kematian di lebih dari 50 negara. Ditambah dengan info perihal
ketersediaan gula di pasar dunia. Peneliti mendefinisikan minuman manis
termasuk juga minuman manis dengan gula tebu, gula bit serta sirup jagung
tinggi fruktosa.
"Di antara 20
negara dengan kematian tinggi yang dikarenakan oleh pemanis, sekurang – kurangnya
delapan berada di Amerika Latin serta Karibia, yang mencerminkan konsumsi
tinggi gula didunia, " kata Singh.
Di Meksiko, lebih dari
10 % dari populasinya menderita diabetes, sekitar 30 % kematian berlangsung
pada mereka yang berumur dibawah 45 tahun, yang disebabkan karena minuman
manis, menurut hasil riset tersebut.
Demikian sebaliknya,
di Jepang, dimana teh tanpa gula jadi minuman paling popular, kematian
disebabkan gula juga tak jadi perhatian.
Sedang di Amerika rata
– rata konsumsi 22. 2 sendok teh gula tambahan (sama dengan 355 kalori) perhari.
Serta minuman manis yaitu sumber utama gula, menurut American Heart
Association. Gula ditambahakan ke makanan serta minuman untuk memberikan rasa,
namun tidak memberikamn manfaat gizi, hanya kalori, hingga berperan pada
kenaikan berat tubuh serta resiko penyakit jantung.
Sayangnya, industri
minuman tidak menyambut baik penemuan ini. "Penelitian ini tak menunjukkan
bahwa mengonsumsi minuman manis mengakibatkan penyakit kronis serta penulis
sendiri mengaku bahwa ini perkiraan efek dari mengkonsumsi minuman bergula,
" American Beverage Association, suatu asosiasi perdagangan yang mewakili industri
minuman non – alkohol di US, menyampaikan dalam suatu pernyataan.
"Hubungan pada
minuman manis dengan diabetes dapat dibuktikan benar adanya. Cuma mereka
(industri) yang menyangkalnya, tutur Mozaffarian.
Semoga bermanfaat.
Sumber : livescience