hipertensi saat hamil dapat menyebabkan preklamsia yang mengancam ibu dan janin dalam kandungan
loading...
Waspada! Inilah Bahaya Hipertensi Pada Kehamilan | Untuk mendapatkan
bayi yang sehat tentu saja ibu hamil juga harus sehat. Namun bagaimana jika ibu
hamil mengalami hipertensi? Penyakit ini merupakan penyakit umum yang terjadi
pada masa kehamilan.
Tensi ibu hamil yang tinggi akan menyebabkan masalah
untuk janin yang dikandung maupun untuk dirinya sendiri. Untuk itu Anda yang
memiliki hipertensi dan berencana hamil dalam waktu dekat ada baiknya untuk
menyimak informasi berikut ini.
Bahaya hipertensi
pada ibu hamil dapat memicu komplikasi saat kehamilan karena pada saat hamil
tekanan darah bisa menjadi lebih tinggi dari biasanya. Efeknya dapat
menyebabkan kerusakan pada organ – organ ibu hamil seperti ginjal dan lain –
lain. Kasus terparah hipertensi
saat hamil dapat
menyebabkan preklamsia yang mengancam ibu dan janin dalam kandungan.
Preklamsia berefek
negatif pada organ dalam lain seperti otak dan hati. Pada janin, preklamsia tak
hanya mengakibatkan berat badan sang bayi tidak normal tetapi juga kelahiran
prematur hingga meninggalnya bayi saat dilahirkan. Selain itu tensi tinggi
saat hamil dapat menyebabkan hal – hal berbahaya berikut ini :
Bahaya Hipertensi
Saat Hamil
- Placental abruption (ketika plasenta terpisah dari rahim sebelum waktunya)
- Sindrom HELLP (kondisi dengan hati yang abnormal dan fungsi trombosit)
- Edema paru (kelebihan cairan di paru – paru)
- Eklampsia (kejang selama kehamilan)
- Gagal ginjal atau hati, stroke, dan bahkan kematian
Masalah bagi janin dan bayi
setelah dilahirkan meliputi:
- Kelahiran prematur
- Pembatasan pertumbuhan (janin tidak mendapatkan berat badan tepat)
- Berat badan lahir rendah
- Cairan ketuban rendah
- Cedera otak dan dalam kasus yang jarang terjadi, kematian
Gejala Hipertensi Kehamilan
Waspadai tanda dan
gejala hipertensi kehamilan seperti berikut :
- Ditemukannya kelebihan protein dalam urin (proteinuria) atau tanda – tanda tambahan masalah ginjal.
- Sakit kepala yang parah.
- Perubahan penglihatan, penglihatan menjadi kabur atau sensitivitas cahaya.
- Nyeri pada perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk Anda di sisi kanan.
- Mual atau muntah.
- Urin dari buang air kecil menurun.
- Penurunan kadar trombosit dalam darah.
- Gangguan pada fungsi hati.
- Sesak napas, hal ini disebabkan oleh cairan di paru – paru.
- Kenaikan tiba – tiba pada berat badan dan pembengkakan (edema), khususnya di wajah dan tangan, sering menyertai preeklampsia. Tapi hal – hal ini juga terjadi di banyak kehamilan normal, sehingga kadang tidak dianggap sebagai tanda – tanda preeklampsia.
Pencegahan
Pola hidup sehat akan
meningkatkan potensi ibu untuk terhindar dari hipertensi pada kehamilan. Jauhi
minuman yang beralkohol, jangan biasakan anda merokok, hindari stress, pola
makan yang sehat (konsumsi protein tinggi, hindari konnsumsi berlebih makanan
yang mengandung hidrat arang dan garam berlebih) dan berolahragalah. Selain itu
ibu bisa mengkonsumsi beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan
darah seperti coklat, ikan buah jeruk, buah pisang dan ikan.
Setelah Anda
mengetahui bahaya hipertensi
saat hamil pasti
hal ini membuat Anda ketakutan, namun harusnya Anda tidak berfikir demikian
karena tidak sedikit pula ibu hamil yang hipertensi melahirkan bayinya dengan
sehat dan selamat.
Untuk itu Anda harus
berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu saat akan merencanakan kehamilan.
Selain itu untuk mencegah hipertensi saat mengandung Anda harus menjaga pola
hidup sehat dengan menjauhi rokok, minuman beralkohol serta menghindari stress,
selain itu juga konsumsi makanan sehat. (Baca juga : Pentingnya Prenatal Yoga untuk Ibu Hamil)
Sumber : www.katalogibu.com