ANALISA TREN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Indonesia Teknologi Info...
loading...
ANALISA TREN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Indonesia
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah
semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi),
pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (kementerian
Negara Riset dan teknologi, 2006:6).
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Bila dilacak kebelakang, maka latar
belakang TIK dimulai dari temuan telepon oleh Alexender Graham Bell
pada 1875, dan ditindak lanjuti oleh Amerika
Serikat dengan komunikasi dengan kabel. Pada abad ke-20, tepatnya 1910 - 1920,
terealisasi transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama.
Komunikasi suara tanpa kabel berkembang
sangat pesat dan kemudian diikuti pula transimisi audio visual tanpa kabel, yang berwujud TV pada tahun 1940-an.
Komputer pertama kali beroperasi pada 1943, lalu dilanjutkan dengan tahapan
miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transiator pada 1947, dan
rangkaian terpadu (Integrated Electronics)
pada tahun 1957.
Persaingan IPTEK antara blok barat (Amerika Serikat) dan blok timur (eks Uni Soviet) justru memacu
perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian
elektronik, melalui penciptaan mikroskoprosesor
terpadu dan melahirkan mikroprosesor
dan inilah yang menjadi otak komputer hingga saat ini dan terus berevolusi.
Kebijakan Nasional Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Menyadari pentingnya TIK sebagai bidang
yang berperan besar dalam pembangunan nasional, kementerian negara riset dan
teknologi memberikan arahan sektor-sektor yang mana revolusi digital. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai + informasics (telekomunikasi +
informatika), meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission.
Kedudukan TIK dalam Pendidikan
Program pembangunan pendidikan yang
terpadu, terarah dan berbasis teknologi paling tidak akan memberikan multipel effect dan nurturung effect terhadap hampir semua sisi pembangunan pendidikan
sehingga TIK berfungsi untuk memperkecil kesenjangan penguasaan teknologi
mutakhir, khususnya dalam dunia pendidikan. Dalam pembangunan pendidikan
berbasis TIK mempunyai dua keuntungan yaitu :
- Sebagai
pendorong komunitas pendidikan untuk lebih aspresiatif dan proaktif dalam
memaksimalkan potensi pendidikan.
- Memberikan
kesempatan luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan setiap potensi yang
ada, yang dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas.
Adapun kedudukan lain dari TIK dalam
pendidikan, yaitu :
- Mempermudah
kerja sama antara pakar dan mahasiswa, menghilangkan batasan ruang, jarak, dan
waktu.
- Sharing information,
sehingga hasil penelitian dapat digunakan bersama-sama dan mempercepatan
pengembangan ilmu pengetahuan
- Virtual
university, yaitu dapat menyediakan
pendidikan yang diakses oleh orang banyak.
Pemanfaatan Teknologi Informasi bagi Pendidikan
Pengembang e-university bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga
perguruan tinggi dapat memberikan pelayanan informasi yang lebih baik pada
komunitasnya. Selain itu penyedian bahan kuliah di internet dapat mempermudah
mahasiswa dalam mencari bahan untuk referensi.
Pengembangan dan penerapan TIK juga
bermanfaat untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pelayanan
pendidikan indonesia. Salah satu aspeknya adalah kondisi geografis indonesia.
Adapun manfaat TIK bagi pendidikan yang
lainnya yaitu :
- Akses
ke perpustakaan
- Akses
ke pakar
- Perkuliahan
secara online
- Menyediakan
layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan.
- Menyediakan
fasilitas mesin pencari data
- Menyediakan
fasilitas diskusi
- Menyediakan
fasilitas direktoriat alumni dan sekolah
- Menyediakan
fasilitas kerja sama
Perkembangan Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi
Pada era globalisai, ada kecenderungan
kuat terjadinya proses universalisasi yang melanda seluruh aspek kehidupan
manusia. Salah satu implikasi penyeragaman terlihat dengan munculnya gaya hidup
global seperti makanan, pakaian, dan musik. Di bidang pendidikan, peran guru
untuk mendidik peserta didik menjadi manusia yang selalu mengikuti perkembangan
zaman tanpa meninggalkan akar budaya sangat penting dalam menentukan generasi
bangsa ini.
IT Sebagai Media Pembelajaran Multimedia
Sharing
information juga sangat dibutuhkan dalam bidang
penelitian agar penelitian tidak berulang. Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga
penelitian dapat digunakan bersama-sama agar dapat mempercepat prose pnegembangan
ilmu dan teknologi. Vitual university
merupakan sebuah aplikasi di internet, yang ,memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan
pensisikan yang diakses oleh orang banyak.
Kendala-kendala Pengimplikasian TIK di Indonesia
Ada beberapa kendala di indonesia yang
menyebabkan TIK dan internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin. Kesiapan
pemerintah Indonesia masih patut dipertanyakan dalam hal ini. Salah satu
penyebab utamanya kurangnya ketersedian sumber daya manusia, proses
transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi , dan perangkat hukum yang
mengatur. Selain itu biaya yang dikeluarkan untuk mengakses internet masih
sangat mahal dan masih banyak di berbagai tempat di Indonesia jaringan untuk
komunikasi yang belum merata diseluruh Indonesia. Maka dari itu diperlukan
kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta untuk menciptakan teknologi
yang baik, walaupun pada akhirnya pemerintahlah yang bertanggung jawab penuh,
karena pemerintah merupakan lembaga yang mempunyai kebijakan yang paling
tinggi.
E-learning sebagai Solusi Permasalahan Pendidikan di Indonesia
IT atau Information Technology memberikan konstribusi yang luar biasa dalam
hal penyebaran materi informasi kesuluruh belahan dunia. IT merupakan
globalisator yang luar biasa-salah satu insturmen vital untuk memicu time-space compression menyebabkan
kontaknya yang tidak bersifat fisik dan individual maka ia bersifat massal ddan
melibatkan ribuan orang.
Perkembangan TIK yang sedemikian pesat
tersebut menciptakan kultur baru bagi semua orang diseluruh dunia. Dunia
pendidikan pun tak luput dari sentuhannya. Integrasi teknologi informasi ke
dalam dunia pendidikan telah menciptakan pengaruh besar, dengan memanfaatkan
kecangihan teknologi informasi, mutu dan efisiensi pendidikan dapat
ditingkatkan.
Salah satu produk integrasi teknologi
informasi kedalam dunia pendidikan adalah e-learning
atau pembelajaran elekronik. Di Institusi pendidikan tinggi misalnya, e-learning telah membuka cakrawala baru
dalam proses belajar mengajar. Sedangkan dalam lingkungan kerja membantu proses
meningkatkan kopetensi pegawai atau sumber daya manusia.
E-learning pada hakikatnya adalah bentuk
pembelajaran konvensional yang dituangkan dalam format digital dan disajikan
melalui teknologi informasi. Dengan sifat e-learning yang tidak bergantung pada
ruang dan waktu, e-learning juga mempunyai keunggulan lainnya yakni
memungkinkan akses pakar yang tak terhalang waktu dan tak memerlukan biaya mahal.
Selain itu keunggulan e-learning adalah tersedianya informasi yang melimpah
dari sumber-sumber seluruh dunia.
E-learning juga dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan mutu
pendidikan di Indonesia.
Tujuan umum pembelajaran jarak jauh
menggunakan e-learning di indonesia yaitu tersedianya akses belajar dan
perbaikan kesamaan kesempatan belajar pada semua pembelajaran. Selain itu juga
untuk memperkuat dan memperdalam pengertian terhadap ilmu pengetahuan,
memperluas cakrawala dan memperkaya keberagaman subjek pengetahuan, serta
memperbaiki efektivitas proses belajar.
Mobile learning (M-learning)
Selain in-herent yang dikembangkan pada pendidikan tinggi, dewasa ini juga
telah dikenalkan dan mulai disosialisasikan apa yang disebut dengan mobile
learning.
Latar Belakang
Berikut adalah beberapa kondisi nyata
yang berhubungan dengan perkembangan telepon seluler yang menjadi landasan
latar belakang operasional kemunculan mobile
learning, yaitu :
-
Penetrasi perangkat mobile
sangat cepat
-
Lebih banyak daripada PC
-
Lebih mudah dioperasikan
daripada PC
-
Perangkat mobile dapat
dipakai sebagai media belajar
Why M-learning
M-learning adalah salah satu alternatif
bahwa layanan pembelajaran harus dilaksanakan dimana pun dan kapan pun.
Pemikiran dalam mengembangkan mobile learning ini didasar oleh alasan-alasan
pokok, yaitu :
- Dapat
digunakan kapan pun dimana pun
- Cakupan
luas, dapat menggunakan jaringan seluler komersial
- Integrasi
dengan sistem yang ada khusunya maupun dengan e-learning, integrasi dengan
sistem penyelenggaraan pendidikan, integrasi dengan sistem lainnya.
Klasifikasi M-learning
Untuk mampu memanfaatkan keberadaan mobile learning Ini, kita perlu memahami
atau mengenal klasifikasi dengan benar. Berikut ini adalah klasifikasi
M-learning, yaitu berdasarkan :
- Jenis
perangkat yang digunakan
- Teknologi
komunikasi nirkabel yang digunakan
- Tipe
informasi yang diakses
- Tipe
pengaksesan
- Lokasi
tipe komunikasi
- Dukungan
standar M-learning
Dari fenomena perkembangan TIK ada tiga
hal pokok yang harus siap dilakukan, yaitu :
- Bagaimana
pemahaman masyarakat pendidikan terhadap pemanfaatan komputer dalam
pembelajaran
- Bagaimana
komunikasi pembelajar bisa lebih interaktif dengan bantuan komputer dan sistem
jaringannya
- Bagaimana
masyarakat pendidikan mampu mengembangkan bahan ajar multimedia interaktif.