Enam Kasus Kesehatan Yang Memungkinkan Sulit Untuk Hamil
loading...
Enam Kasus Kesehatan Yang Memungkinkan Sulit Untuk Hamil | Sepanjang hidupnya, wanita pasti pernah mengalami kasus – kasus
kesehatan tertentu baik itu ringan maupun berat. Bisa saja memerlukan
penanganan serius atau tidak memerlukan penanganan sama sekali. Tapi, ada lho kasus – kasus
kesehatan yang mungkin
selama ini tidak Anda ketahui dan bisa membuat Anda sulit memiliki momongan. (Baca juga : Beberapa Riwayat Kesehatan Yang Mempengaruhi Kesuburan Pria)
Jika Anda
adalah wanita yang memiliki salah satu dari keenam gejala berikut, lebih
berhati – hati dan waspadalah. Mungkin saja peluang ketidaksuburan melanda Anda
dan membuat Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk memiliki momongan.
1. Masalah Pada
Panggul
Ketika
panggul Anda mengalami masalah, terasa sangat berat misalnya, ini bisa jadi
pertanda gejala fibroid datang. Fibroid adalah tumor jinak pada rahim, baik
pada bagian dalam atau pada dinding otot rahim. Meskipun merupakan tumor yang
jinak, jika gejalanya sangat mengganggu, maka panggul Anda akan terus-menerus
merasakan sakitnya. Hingga pada akhirnya, kesulitan hamil pun jadi salah satu
efeknya.
Lalu, coba
ingat – ingat lagi! Pernahkah Anda menjalani operasi pada bagian panggul atau
perut? Misalnya saja operasi buntu? Prosedur operasi ini tentu saja diikuti
pembedahan tubuh. Olehnya itu, ada potensi jaringan parut yang tertinggal dan mampu
mempengaruhi kesuburan.
2. Masalah pada
hormon
Sejauh ini,
dikenal dua macam masalah kesuburan yang terkait dengan hormon. Mereka adalah endometriosis dan sindrom ovarium polikistik. Berawal dari masalah hormon, keduanya dapat
mempengaruhi kondisi rahim menjadi tidak kondusif untuk kehamilan.
Endometriosis adalah kelainan yang memiliki
relevansi dengan hormonestrogen. Kelainan ini
menyebabkan tumbuhnya jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh
darah hingga menonjol keluar dari rahim. Jika ini terjadi, tentu saja rahim
Anda menjadi kurang nyaman untuk dihuni sang bayi.
Sedangkan sindrom ovarium polikistik adalah kondisi di mana wanita
menghasilkan hormon androgen secara berlebihan. Padahal, androgen ini dikenal sebagai hormon laki-laki.
Kalau wanita memiliki kadar androgenyang
berlebihan, wajahnya cenderung akan lebih berminyak dan berjerawat. Selain itu,
akan tumbuh rambut atau bulu pada tangan serta kaki yang hampir menyerupai
pria. Tapi yang lebih gawat lagi, sindrom ini akan menyebabkan ovulasi Anda tak
teratur atau tidak ada sama sekali. Makanya, sindrom ini akan lebih mudah
membuat Anda sulit hamil.
3. Sterilisasi Rahim
Di masa
lalu, apakah Anda dan suami pernah menyepakati untuk menunda momongan dengan
cara sterilisasi? Kemudian, apakah metode sterilisasi yang dipilih adalah pengikatan
tuba falopi? Kalau memang itu terjadi, apakah sekarang Anda berniat untuk
membalikkan efeknya agar Anda bisa hamil lagi?
Satu yang
perlu diketahui, prosedur pembalikan sterilisasi tidaklah mudah. Prosedur ini
memerlukan bantuan medis dan bisa saja meninggalkan jaringan parut. Jaringan
parut yang tersisa dapat mencegah kehamilan. Bahkan, kehamilan ektopik (hamil di luar rahim, pada tuba falopi
misalnya) bisa terjadi karena adanya efek pembalikan ini.
4. Penyakit kronis
Penyakit
kronis seperti diabetes, tiroid, atau hipertensi seringkali dihubungkan dengan
problem kesuburan dan kehamilan yang resikonya sangat tinggi. Tak cuma
penyakitnya saja, metode perawatan untuk ketiga penyakit tadi juga berpeluang
menghadirkan ketidaksuburan pada wanita dan juga pria sekaligus.
5. Obat – Obatan
Obat – obatan
steroid dan yang serupa dengan itu, tak terkecuali yang sifatnya herbal, juga
perlu Anda waspadai. Reaksi kimia yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi
kesuburan wanita. Lebih jeli menggunakan obat nampaknya harus Anda praktekkan
dari saat ini.
6. Sejarah Kehamilan
Apakah
sekarang Anda sedang melakukan perencanaan kehamilan yang kesekian? Bila iya,
artinya Anda sudah pernah mengalami kehamilan sebelumnya bukan? Cobalah Anda
amati riwayatnya! Meskipun kasusnya jarang, kehamilan yang mengalami komplikasi
dapat meninggalkan jaringan parut. Bahkan, kondisi yang lebih buruk lagi dapat
terjadi dan sanggup mempengaruhi tingkat kesuburan Anda di masa perencanaan
kehamilan yang sekarang.
Kemudian,
untuk kasus keguguran yang terjadi secara berulang – ulang sendiri sudah
merupakan salah satu bentuk ketidaksuburan. Artinya, tubuh Anda tidak bisa
membawa janin itu sendirian hingga sembilan bulan lamanya. Anda perlu bantuan
khusus agar kehamilan Anda bisa dibawa hingga usia sembilan bulan dan akhirnya
lahir ke dunia.
Bagaimana,
calon ibu? Apakah Anda mengalami salah satu dari keenam kasus kesehatan di
atas? Jika iya, mari luangkan waktu sejenak dari rutinitas Anda. Ajaklah suami
untuk menemui dokter dan memecahkan masalah kesuburan tersebut. Hanya ada satu
kunci sukses dari permasalahan ini! Jangan pernah merasa malu dan
menyembunyikan keganjilan – keganjilan yang Anda alami selama merencanakan
kehamilan pada dokter.
Maka dengan
rasa keterbukaan pada dokter, problem kesuburan Anda dapat dianalisis.
Perawatan kesuburan yang terbaik pun bisa didapat daan dilaksanakan dengan
lancar. Tetap semangat dan semoga sukses mendapatkan momongan, ya!
Sumber : akuinginhamil.com