Gejala HIV – AIDS Pada Wanita Dan Pria
loading...
HIV
dan AIDS adalah dua istilah yang berbeda, namun keduanya terkait satu
sama lainnya. HIV adalah kependekan dari Human
Immunodeficiency Virus, yaitu nama virus yang memiliki sifat
mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, dan secara bertahap akan merusaknya sampai
tubuh tak mampu lagi bisa melawan infeksi dan penyakit akibat bakteri atau
virus lainnya. HIV memang menyerang dengan menginfeksi sel-sel sistem kekebalan
tubuh, namun para ilmuwan tidak sepenuhnya mengerti mengapa HIV tetap bisa
bertahan terhadap perlawanan sistem kekebalan tubuh itu sendri.
Sementara AIDS adalah kependekan dari Acquired Immunodeficiency syndrome,
adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan penderita yang sudah berada
dalam tingkat lanjutan dari infeksi HIV – yaitu ketika sistem kekebalan tubuh
pengidap HIV sudah tidak mampu lagi melindungi tubuh dari infeksi atau kanker.
Waktu yang diperlukan bagi seseorang dari mulai terinfeksi HIV sampai
berkembang menjadi AIDS mungkin hanya memerlukan waktu beberapa bulan saja atau
bisa sampai 10 tahun atau lebih.
Baca
: PANDUANCARA CEPAT HAMIL
Saat ini mungkin masih belum ada obat untuk HIV / AIDS, namun
penggunaan terapi obat tertentu bisa mencegah virus HIV dapat mereplikasi
dirinya, sehingga menjaganya tidak berkembang menjadi AIDS. Jika infeksi HIV
lebih dini diketahui dan segera mendapat bantuan untuk melawannya, maka
penderita masih bisa hidup mendekati manusia normal. Hal ini karena pengobatan
yang diberikan dapat menghambat atau mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.
Untuk itu sangat penting untuk peduli dengan kesehatan diri sendiri, segera
sadari kondisi Anda sendiri dengan mengenal gejala-gejala umum yang mungkin
sebagai pertanda awal infeksi HIV.
Gejala HIV/AIDS pada
PRIA
Menurut Mayo Clinic, kebanyakan orang yang
telah terinfeksi HIV akan menunjukkan gejala seperti flu setelah dua minggu
sampai tiga bulan setelah terinfeksi. Hal ini berarti Anda mungkin akan
mengalami demam, atau merasakan salah satu gejala atau lebih dalam satu atau
dua minggu :
· ruam pada lengan, kaki, wajah, atau
perut
· sakit tenggorokan
· pembengkakan kelenjar getah bening
· bisul pada mulut atau alat kelamin
· sakit kepala parah
· nyeri otot dan nyeri sendi
· mual dan muntah
· keringat di malam hari
Gejala infeksi HIV
positif
HIV adalah penyakit yang kompleks. Pada beberapa orang
mungkin tidak menunjukkan gejala infeksi samasekali sampai mengalami kerusakan
sistem kekebalan tubuh. Penderita mungkin hanya akan merasa baik – baik saja
selama berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun. Kemudian, penderita bisat
mulai mengalami infeksi baru atau penyakit lain yang di karenakan HIV telah
melemahkan sistem kekebalan tubuh. Inilah mengapa sebabnya pengujian awal
sangat penting walaupun penderita merasa baik – baik saja.
Gejala HIV lanjutan dan
AIDS :
· Pembegkakan kelenjar getah bening
· Lesi tak biasanya di lidah; ruam dan
ada benjolan
· Mual, muntah, dan diare
· Batuk dan sesak napas
· Kelelahan kronis
· Demam dan berkeringat di malam hari
· Penurunan berat badan drastis
· Penglihatan kabur
Gejala HIV/AIDS pada
Wanita
Sama seperti pada PRIA, Gejala awal dari infeksi HIV mungkin ringan
dan mudah diketahui, namun bisa juga tanpa gejala namun tetap bisa menularkan
virus kepada orang lain.
Gejala HIV positif
wanita
Pada minggu – minggu pertama setelah terinfeksi HIV, tak
sedikit wanita mengalami asimtomatik. Beberapa wanita mungkin merasakan gejala
seperti flu ringan, termasuk demam, sakit kepala, dan lemah. Seringkali juga
gejala – gejala ini akan hilang setelah beberapa minggu. Dalam beberapa kasus,
mungkin dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk kemuculan gejala yang lebih berat
. Selama waktu ini, virus HIV masih bisa ditularkan dari satu orang ke orang
lain.
Pembengkakan kelenjar
getah bening
Semua orang memiliki kelenjar getah bening di seluruh
tubuh, termasuk leher, belakang kepala, ketiak, dan selangkangan.
Kelenjar ini adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh, yang bekerja untuk
menangkis serangan infeksi. Ketika infeksi HIV mulai menyebar, maka sistem
kekebalan tubuh akan melawannya. Hasilnya adalah pembesaran kelenjar getah
bening, pembengkakan getah bening . Hal ini seringkali menjadi salah satu tanda
pertama HIV, yang dapat berlangsung selama beberapa bulan.
Mudah terinfeksi kuman
Adanya HIV akan mempersulit sistem kekebalan tubuh untuk
melawan kuman, sehingga penderita akan lebih mudah terkena infeksi. Beberapa
penyakit akibat infeksi di antaranya adalah pneumonia, tuberkulosis, dan
hepatitis C. Orang dengan HIV juga lebih rentan terhadap infeksi kulit, mata, paru
– paru, ginjal, saluran pencernaan, dan otak. Hal ini juga mungkin akan
mempersulit pengobatan penyakit umum seperti flu.
Demam ringan dan
berkeringat di malam hari yang lama
Orang yang telah terinfeksi HIV mungkin mengalami demam
ringan yang panjang. Tubuh mengalami demam, berarti ada sesuatu yang tidak
beres didalam dan penyebabnya tidak selalu jelas. Karena hanya demam ringan,
kebanyakan tidak menyadari jika status HIV nya positif dan akhirnya
mengabaikannya. Kadang – kadang, demam juga disertai dengan keringat dimalam
hari yang bisa mengganggu tidur.
Masalah Kesehatan
reproduksi
Wanita dengan HIV cenderung mempunyai
masalah yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi, termasuk perubahan siklus
menstruasi atau menst tidak teratur. Infeksi bakteri dan ragi mungkin
lebih umum pada wanita yang positif HIV.
Ada peningkatan risiko tertular infeksi termasuk klamidia,
trikomoniasis, gonore, dan human papillomavirus (HPV), yang dapat menyebabkan
kanker serviks. Wanita yang postifi HIV juga lebih rentan terhadap
penyakit radang panggul yang mungkin resisten terhadap pengobatan.
Ruam kulit dan luka
kulit
Sebanyak 90 persen orang dengan HIV mengembangkan masalah
kulit, dan merupakan gejala yang paling umum . Pada orang dengan HIV, kulit
bisa menjadi sangat sensitif terhadap iritasi dan sinar matahari. Ruam yang
muncul mungkin berwarna merah dengan benjolan kecil, dan kulit bisa menjadi
bersisik.Luka atau lesi kulit bisa terjadi pada kulit mulut, alat kelamin,
dan anus, dan mungkin sulit untuk diobati.
Gejala lanjutan dari
HIV dan AIDS
Gejala lanjutan dari HIV mungkin akan menunjukkan
gejala yang lebih berat seperti serangan diare, mual, muntah, dan penurunan
berat badan. Gejala lain termasuk sakit kepala yang parah, nyeri sendi, dan
otot, sesak napas, batuk kronis, dan kesulitan menelan yang tidak biasa.
Pada tahap selanjutnya, HIV akan
menjadi AIDS. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh sudah sangat sulit bisa
melawan infeksi. Wanita dengan AIDS berisiko yang lebih besar terkena kanker
agresif yang sangat sulit untuk diobati.
Pengobatan awal adalah
kunci untuk bisa berumur panjang
Semakin awal Anda bisa membantu tubuh untuk melawan HIV, maka
akan semakin baik. Sebuah studi yang diterbitkan dalam PLoS Medicine menemukan
bahwa orang dewasa yang positif HIV bisa memiliki harapan hidup yang mendekati
normal, asalkan memulai pengobatan sebelum sistem kekebalan tubuh mereka
terganggu.
Sebuah studi 2011 yang didanai oleh National Institute of Allergy and Infectious
Diseases (NIAID) juga
menemukan bahwa pengobatan dini akan membantu pasien untuk mengurangi risiko
menularkan infeksi tersebut kepada pasangannya.
Menyadari lebih awal
sangat penting
Sebuah studi
CDC yang
diterbitkan pada tahun 2006 juga menyoroti tentang kehilangan kesempatan awal
untuk diagnosis infeksi HIV. Mereka mencatat bahwa sekitar 41 persen pasien
terlambat pengujian. Artinya, mereka yang didiagnosis dengan AIDS dalam waktu
satu tahun setelah didiagnosis dengan HIV.
Baca
: PANDUANCARA CEPAT HAMIL
Studi ini menunjukkan bahwa KIta harus berhati – hati untuk
kesehatan kita sendiri, sadari tanda – tandanya diatas, dan segera lakukan test
HIV jika Anda merasakan ada tanda-tanda infeksi HIV.
Sumber : www.manfaat-kesehatan.com