33 Tips Pemberian ASI Eksklusif Dengan Cara Yang Benar
loading...
33 Tips Pemberian ASI Eksklusif Dengan Cara Yang Benar | Pemberian Air Susu
Ibu Eksklusif Untuk Bayi, Bisa ditingkatkan kualitasnya dengan proses menyusui
yang benar. Ada beberapa mitos proses menyusui yang tidak sesuai dengan fakta. Silakan
disimak.
1.
Mitos #1
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – bayi sering minta disusui karena tidak kenyang dengan ASI.
Fakta : Perlu diketahui bahwa ASI akan sangat mudah untuk
dicerna sehingga bayi yang diberi ASI akan lebih mudah lapar dibandingkan
dengan bayi yang diberikan susu formula. Bayi yang baru lahir sebaiknya
diberikan susu setiap 2-3 jam sekali.
2. Mitos #2
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – beristirahat setelah memberikan ASI akan membantu atau menjamin
lebih banyak produksi susu.
Fakta : Lebih banyak ASI yang diberikan kepada bayi akan
lebih banyak produksi susu yang dihasilkan oleh ibu. Beristirahat dari jadwal
menyusui sebenarnya dapat mengurangi suplai ASI ibu. Salah satu cara untu
menjamin produksi ASI tetap banyak adalah dengan tetap memberikan ASI secara
teratur. Pemberian ASI sebaiknya dilakukan sebanyak 9-10 kali dalam sehari
untuk menjamin atau mempertahankan produksi ASI.
3. Mitos #3
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – susu formula akan membuat kualitas tidur bayi yang lebih baik.
Fakta : Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberikan
susu formula akan tidur lebih lama tetapi kualitas tidurnya tidak akan lebih
baik dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI. Susu formula akan lebih lama
dicerna dalam saluran pencernaan bayi sehingga membuat bayi bisa tertidur lebih
lama.
4.
Mitos #4
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – menyusui akan mengubah bentuk dan ukuran payudara.
Fakta : Pada saat hamil akan terjadi sedikit perubahan
bentuk dan ukuran payudara tetapi aktifitas menyusui tidak akan menyebabkab
perubahan bentuk dan ukuran payudara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
wanita yang menyusui lebih kecil terkena resiko kanker payudara dibandingkan
dengan wanita yang tidak menyusui.
5.
Mitos #5
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – menyusui dapat mencegah kehamilan.
Fakta : Menyusui tidak menjamin dapat membatasi kehamilan
walaupun efektifitasnya sebesar 98%. Hormon yang terkait dalam menyusui akan
mencegah ovulasi sehingga menghalangi kemampuan hamil selama 14 – 15 bulan.
6.
Mitos #6
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – kebanyakan wanita tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup.
Fakta : TIDAK BENAR! Hampir semua wanita menghasilkan ASI
lebih dari cukup, bahkan sering kali timbul permasalahan seputar pasokan ASI
yang terlalu berlebihan. Seorang bayi yang kenaikan berat badannya lambat, atau
bahkan cenderung mengalami kehilangan berat badan, seringkali bukan disebabkan
karena ibunya tidak cukup menghasilkan ASI, tetapi bayi tersebut tidak berhasil
untuk mengeluarkan dan minum ASI yang dihasilkan oleh ibunya tersebut.
Biasanya, hal ini disebabkan oleh pelekatan — yaitu posisi mulut bayi pada
payudara ibu — yang kurang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang
ibu baru untuk segera, pada hari pertama kelahiran, dipandu untuk melakukan
pelekatan secara benar oleh seseorang yang benar-benar mengerti mengenai teknik
pelekatan yang tepat.
7.
Mitos #7
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – normal kok kalau payudara atau puting terasa sakit pada saat kita
sedang menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Walaupun bukan sesuatu hal yang aneh
jika pada hari – hari pertama menyusui seorang ibu akan merasa sedikit kurang
nyaman pada payudaranya, tapi kondisi ini seharusnya hanya berlangsung selama
beberapa hari saja, dan tidak boleh menjadi sedemikian parahnya sehingga
seorang ibu menjadi takut untuk menyusui bayinya. Rasa sakit yang amat sangat
pada puting ketika sedang menyusui menandakan bahwa bayi belum sempurna
pelekatannya. Sakit atau lecet pada puting yang berlangsung selama lebih dari 3
– 4 hari tidak boleh diabaikan, harus dicari tahu penyebabnya. Membatasi waktu
menyusu pada payudara juga bukan merupakan cara yang tepat untuk mencegah
timbulnya puting lecet. Usahakan agar tindakan mengistirahatkan payudara dan
puting sakit sebagai solusi yang terakhir.
8.
Mitos #8
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik 3 – 4 hari setelah kelahiran bayi, ASI memang belum (cukup) keluar.
Fakta : TIDAK BENAR! Seringkali memang nampak seperti
demikian keadaannya karena posisi pelekatan bayi belum sempurna sehingga bayi
tidak berhasil untuk minum ASI yang tersedia dalam payudara ibunya. Pada saat
belum banyak ASI yang tersedia (memang normalnya demikianlah keadaannya untuk
beberapa hari pertama), posisi pelekatan bayi harus sempurna sehingga bayi
dapat mengeluarkan dan minum ASI dari payudara ibunya. Kalau tidak, maka sering
terjadi "…tapi dia sudah menyusu selama 2 jam, kenapa yak kok masih
lapar…". Ketika pelekatan belum sempurna, bayi tidak dapat minum ASI
pertama yang dihasilkan oleh ibunya, yaitu kolostrum. Siapapun yang menyarankan
anda untuk memerah/memompa ASI anda untuk mengetahui berapa banyak kolostrum
yang dihasilkan jelas tidak memiliki pengetahuan laktasi, dan sebaiknya abaikan
saja sarannya. Ketika pasokan ASI ibu menjadi banyak, kadangkala bayi tetap
dapat minum ASI walaupun pelekatannya kurang baik.
9.
Mitos #9
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – bayi harus menyusu pada setiap payudara masing – masing selama 20
(10, 15, 7.6) menit.
Fakta : TIDAK BENAR! Namun demikian, harus dipastikan bahwa
bayi tidak sekedar "ngempeng" pada payudara tapi benar-benar
"minum" dari payudara. Apabila ternyata seorang bayi sudah berhasil
minum ASI selama 15 – 20 menit dari satu payudara, kemungkinan besar dia tidak
mau lagi minum dari payudara yang lainnya. Kalau dia hanya minum selama satu
menit pada satu payudara, kemudian mengisap sebentar-sebentar atau bahkan jatuh
tertidur, selanjutnya hal yang sama juga terjadi pada payudara yang lainnya,
maka besar kemungkinan bayi akan tetap lapar. Seorang bayi akan menyusu dengan
lebih baik, lebih efektif dan lebih lama apabila pelekatan mulut bayi pada
payudara ibu telah benar.
10. Mitos #10
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – bayi ASI membutuhkan tambahan cairan air putih ketika cuaca sedang
panas.
Fakta : TIDAK BENAR! ASI mengandung seluruh cairan (air)
yang dibutuhkan oleh bayi.
11. Mitos #11
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – bayi ASI perlu tambahan asupan vitamin D.
Fakta : TIDAK BENAR! Semua orang butuh vitamin D. Produsen
susu formula memang menambahkannya pada produk mereka. Namun, bayi lahir dengan
hati yang penuh dengan vitamin D, serta kebiasaan menjemur bayi setiap pagi
juga membantu dia mendapatkan tambahan vitamin D melalui sinar ultra violet.
Vitamin D sifatnya larut dalam lemak dan dapat disimpan oleh tubuh. Dalam
keadaan tertentu, misalnya ketika ibunya sendiri ternyata menderita kekurangan
vitamin D, maka memberikan tambahan suplemen vitamin D kepada bayi bisa
dianggap perlu.
12. Mitos #12
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – seorang ibu harus mencuci putingnya setiap kali sebelum mulai
menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Pemberian susu formula kepada seorang
bayi memang harus sangat memperhatikan faktor – faktor kebersihan, karena susu
formula merupakan tempat yang baik untuk berkembang biak – nya bakteri dan juga
rentan terhadap kontaminasi. Akan tetapi membersihkan atau mencuci puting
terlalu sering malah akan menghilangkan minyak-minyak alami yang melindungi
puting dari resiko lecet karena puting kering. Sebenarnya dengan mengoleskan
setetes ASI sebelum meneteki bayi lebih lanjut, sudah menjadi satu langkah
desinfektan alami bagi puting ibu.
13. Mitos #13
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – dengan memompa atau memerah ASI, seorang ibu bisa tahu berapa
banyak ASI yang dihasilkan olehnya.
Fakta : TIDAK BENAR! Seberapa banyak
ASI yang berhasil diperah atau dipompa tergantung pada banyak sekali faktor,
termasuk tingkat stres seorang ibu. Seorang bayi yang menyusu dengan benar bisa
mengeluarkan ASI dari payudara ibunya jauh lebih banyak dibandingkan dengan
jumlah ASI yang berhasil diperah atau dipompa oleh ibunya sendiri. Jumlah ASI
yang berhasil diperah atau dipompa hanya bisa menjadi indikator terhadap
seberapa banyak ASI yang bisa anda perah atau pompa, bukan sebagai tolak ukur
atas jumlah ASI yang bisa anda produksi secara keseluruhan.
14. Mitos #14
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Fakta : TIDAK BENAR! ASI mengandung zat besi dalam jumlah
yang tepat untuk memenuhi kebutuhan bayi. Apabila bayi lahir cukup bulan, maka
zat besi yang terdapat didalam ASI bisa memenuhi kebutuhannya sekurangnya untuk
6 bulan pertama. Susu formula mengandung terlalu banyak zat besi, dan zat besi
yang ditambahkan dalam susu formula tersebut sangat sedikit yang terserap oleh
usus bayi, sehinga sebagian besar kemudian dikeluarkan kembali lewat BAB bayi.
15. Mitos #15
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – lebih gampang memberikan susu dengan botol dibandingkan bila
menyusui secara langsung.
Fakta : TIDAK BENAR! Namun demikian, seringkali proses
menyusui menjadi sulit karena para ibu tidak mendapatkan bantuan praktis yang
diperlukan pada saat pertama kali mulai menyusui bayinya. Suatu awal yang buruk
memang dapat membuat proses menyusui menjadi sulit. Tetapi, kesulitan tersebut
tentunya dapat diatasi. Kadangkala menyusui pada awalnya memang dirasakan sulit
karena ibu tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan sehingga timbul berbagai
kesulitan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, berbagai kesulitan tersebut
dapat diatasi dan menyusui menjadi semakin mudah.
16. Mitos #16
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – menyusui membuat ibu tidak bebas beraktivitas.
Fakta : TIDAK BENAR! Tergantung bagaimana anda
memandangnya. Seorang bayi dapat disusui dimana saja, kapan saja sehingga
sebenarnya lebih membebaskan bagi sang ibu. Tidak perlu menggotong segala macam
peralatan pembuatan susu formula kemana – mana. Tidak perlu cemas memikirkan
dimana dapat menghangatkan susu formula tersebut. Tidak perlu khawatir
kesterilan proses pembuatan susu formula tersebut. Dan yang terpenting, ASI
tetap dapat diperah / dipompa apabila ibu memang harus meninggalkan bayi
dirumah.
17. Mitos #17
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – tidak ada cara untuk mengetahui seberapa banyak ASI yang diminum
oleh bayi.
Fakta : TIDAK BENAR! Memang tidak ada cara yang mudah untuk
mengukur seberapa banyak ASI yang dikonsumsi oleh bayi, tetapi bukan berarti
anda tidak bisa tahu apakah bayi anda cukup mendapatkan ASI. Pastikan bahwa
posisi badan bayi pada saat sedang menyusu, serta pelekatan mulut bayi pada
payudara ibu telah benar sehingga bayi dapat MINUM ASI dan bukan hanya
ngempeng. Bayi BAK minimal 5 – 6 kali dalam sehari, dan selesai sendiri
menyusunya dengan cara melepaskan sendiri dari payudara ibu. Bayi tampak,
tenang, kenyang dan tidak rewel ketika selesai menyusu, dan setiap bulan ada
kenaikan BB bayi yang wajar.
18. Mitos #18
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – dewasa ini, susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI.
Fakta : TIDAK BENAR! Pernyataan bahwa susu formula sama
kandungannya dengan ASI juga sudah pernah dipropagandakan produsen susu formula
pada tahun 1900 – an, bahkan jauh sebelumnya. Susu formula masa kini cenderung
disama – samakan kandungannya dengan ASI, walau sebenarnya tidak. Setiap
kandungan yang tidak terdapat dalam susu formula (tetapi terdapat dalam ASI)
diputarbalikkan oleh produsen susu formula dan dianggap sebagai suatu nilai
lebih. Intinya adalah, susu formula sama sekali berbeda dengan ASI, susu
formula berusaha menyamakan diri dengan ASI walau dibuat berdasarkan
pengetahuan yang sempit dan tidak menyeluruh tentang apa kandungan ASI
sebenarnya. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh,
sel – sel hidup, enzim – enzim, dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI,
susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis
logam berat), timbal dan zat besi. Susu formula juga mengandung jauh lebih
banyak protein dibandingkan ASI. Kandungan protein dan lemak yang terdapat
dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. Kandungan susu
formula tidak berubah dari periode awal menyusui hingga akhir, dari hari
pertama ke hari ketujuh ke hari ketigapuluh, dari satu ibu ke ibu lainnya, dari
satu bayi ke bayi lainnya. ASI dibuat khusus hanya untuk bayi ANDA. Susu
formula dibuat dan disamaratakan untuk semua bayi. Susu formula hanya mampu membuat
bayi menjadi gendut, tetapi bayi tidak mendapatkan kandungan nutrisi dan zat
gizi lainnya yang dibutuhkan, yang semuanya terdapat dalam ASI.
19. Mitos #19
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – apabila seorang ibu menderita penyakit infeksi, maka dia harus
berhenti menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Menyusui justru malah akan membuat
bayi lebih tahan terhadap infeksi, dengan sedikit sekali pengecualian. Pada
saat sang ibu mengalami demam (atau batuk, muntah, diare, ruam, dan
sebagainya), sang ibu sudah menularkan infeksi tersebut ke bayinya jauh sebelum
ibu tahu bahwa ibu sedang menderita sakit. Perlindungan terbaik bagi bayi yang
mengalami infeksi adalah ASI. Apabila bayi ikut tertular, maka bayi akan lebih
cepat pulih bila bayi tetap mendapatkan ASI. Selain itu, mungkin saja
sebenarnya sang bayi lah yang menderita infeksi dan menularkannya kepada
ibunya, tetapi bayi tidak menunjukkan tanda – tanda sakit karena bayi terus
minum ASI. Juga, infeksi payudara, termasuk di dalamnya rasa sakit dan pembengkakan
pada payudara, bukan merupkan alasan untuk ibu berhenti menyusui. Bahkan,
infeksi payudara akan cepat pulih apabila sang ibu terus menyusui, terutama
menyusui dengan payudara yang sedang sakit.
20. Mitos #20
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – apabila bayi menderita diare atau muntah-muntah, maka ibu harus
berhenti menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Obat yang paling mujarab untuk infeksi
saluran pencernaan bayi adalah ASI. Hentikan segala macam jenis asupan lainnya
untuk sementara waktu, tetapi lanjutkan pemberian ASI – nya. ASI satu – satunya
cairan yang dibutuhkan oleh bayi ketika dia sedang diare dan atau muntah – muntah,
kecuali dalam kasus tertentu yang sifatnya luar biasa. Bayi merasa lebih nyaman
ketika sedang menyusu, ibu merasa lebih tenang ketika sedang menyusui.
21. Mitos #21
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi yang
baik – apabila seorang ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan, maka dia harus
berhenti menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Hanya sedikit sekali jenis obat-obatan
yang tidak aman untuk dikonsumsi selagi ibu sedang menyusui. Apabil ibu sedang
minum obat, maka ASI akan mengandung sedikit sekali obat – obatan yang sedang
diminum ibu tersebut. Walau begitu, apabila Anda cenderung takut untuk minum
obat selama menyusui, ada baiknya Anda mencari obat alternatif yang lebih aman.
Resiko pemberian makanan buatan (susu formula) pada ibu dan bayi harus
dipertimbangkan ketika memutuskan apakah menyusui dapat diteruskan (lembar
informasi Menyusui dan Obat – obatan dan Menyusui dan Penyakit).
22. Mitos #22
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – seorang ibu yang sedang menyusui harus sangat memperhatikan jenis
makanan yang dikonsumsinya.
Fakta : TIDAK BENAR! Seorang ibu yang menyusui memang
sebaiknya mengkonsumsi jenis makanan yang mengadung gizi seimbang, tetapi tidak
perlu mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau bahkan menghindari beberapa
jenis makanan. Seorang ibu yang menyusui tidak perlu minum susu untuk dapat
menghasilkan susu. Seorang ibu yang menyusui sebaiknya mengkonsumsi makanan
yang sehat dan bergizi. Namun, apabila terdapat riwayat alergi di keluarga,
misalnya alergi seafood dan alergi susu sapi, maka ibu menyusui perlu lebih
hati – hati dalam mengkonsumsi jenis – jenis makanan tersebut.
23. Mitos #23
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – seorang ibu yang sedang menyusui harus banyak makan untuk dapat
memproduksi ASI yang cukup.
Fakta : TIDAK BENAR! Seorang ibu mampu memproduksi ASI
secara cukup, kecuali apabila seorang ibu masuk ke kategori sangat kurang gizi
untuk periode yang cukup lama. Umumnya, bayi akan mendapatkan ASI sesuai dengan
kebutuhannya. Banyak ibu yang khawatir apabila ia tidak banyak makan maka akan
mempengaruhi produksi ASInya. Sebetulnya tidak perlu kuatir. Banyak atau
tidaknya makanan yang dikonsumsi ibu tidak berpengaruh terhadap kualitas maupun
kuantitas ASI. Ada ibu yang makan lebih banyak selama menyusui, ada yang makan
lebih sedikit, dua – duanya sah – sah saja dan tidak mempengaruhi ASI. Seorang
ibu boleh saja makan makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan seleranya.
24. Mitos #24
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – seorang ibu yang sedang menyusui harus minum banyak cairan.
Fakta : TIDAK BENAR! Seorang ibu seharusnya minum sesuai
dengan kebutuhan dan rasa hausnya. Ada beberapa ibu-ibu menyusui yang selalu
merasa haus ketika sedang menyusui, namun ada juga yang tidak. Jangan terpaku
pada ketentuan bahwa harus minum sekian gelas air per hari. Semakin banyak Anda
minum, semakin baik untuk proses laktasi Anda.
25. Mitos #25
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – seorang ibu perokok sebaiknya memang tidak menyusui.
Fakta : TIDAK BENAR! Seorang ibu yang tidak bisa berhenti
merokok seharusnya tetap menyusui bayinya. Penelitian telah membuktikan bahwa
ASI menurunkan resiko efek sampingan yang secara negatif ditimbulkan oleh asap
rokok, seperti penyakit paru-paru pada bayi. Memang akan jauh lebih baik
apabila ibu tidak merokok, namun jika ibu tidak bisa berhenti merokok, maka
lebih baik ibu merokok dan menyusui daripada ibu merokok tapi memberikan susu
formula kepada bayi. Jadi sepertinya bukan menghentikan menyusui bayi bagi ibu
perokok, tetapi lebih tepat bila seorang ibu perokok menghentikan merokoknya
dan meneruskan menyusuinya. Sebuah penelitian menunjukan hasil bahwa merokok
dapat membuat payudara menjadi kendur. Karena rokok bisa memecah protein
elastin di kulit yang berfungsi memberikan elastisitas dan menyokong payudara.
26. Mitos #26
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – seorang ibu tidak boleh minum alkohol saat menyusui.
Fakta : Tidak benar! Konsumsi alkohol yang wajar seharusnya
tidak dilarang. Seperti halnya dengan sebagian besar obat, alkohol sangat
sedikit keluar di dalam susu. Sang ibu dapat mengkonsum sialkohol dan tetap
menyusui sebagaimana biasanya. Melarang alkohol adalah cara lain yang tidak
perlu dalam membatasi ibu menyusui.
27. Mitos #27
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – ibu yang putingnya berdarah tidak boleh menyusui.
Fakta : Tidak benar! Meskipun darah membuat bayi gumoh lebih
banyak, dan darah bahkan mungkin muncul dalam buang air besar nya, ini bukan
alasan untuk berhenti menyusui bayi. Puting susu yang sakit dan berdarah tidak
lebih buruk dari puting susu yang sakit dan tidak berdarah. Rasa sakit yang
merupakan masalah ibu, dan ini dapat diatasi. Mintalah batuan. (Lembar
Informasi Puting Nyeri dan vasospasme dan Fenomena Raynaud's). Kadang – kadang
ibu mengalami perdarahan dari puting susu yang jelas berasal dari dalam
payudara dan tidak biasanya berhubungan dengan nyeri. Hal ini sering terjadi
dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran dan mengendap dalam beberapa
hari. Sang ibu tidak harus berhenti menyusui untuk ini. Jika pendarahan tidak
berhenti segera, perlu dicari sumber masalahnya, tapi ibu harus tetap menyusui.
28. Mitos #28
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – wanita yang pernah melakukan operasi pembesaran payudara tidak
dapat menyusui.
Fakta : Tidak benar! Kebanyakan melakukannya dengan sangat
baik. Tidak ada bukti bahwa menyusui dengan implan silikon berbahaya bagi bayi.
Kadang – kadang operasi ini dilakukan melalui areola. Wanita dengan pembasaran
payudara melalui areola ini sering memiliki masalah dengan pasokan susu,
seperti halnya setiap wanita yang melakukan operasi dengan sayatan di sekitar garis
areola.
29. Mitos #29
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – wanita yang pernah melakukan operasi pengecilan payudara tidak
dapat menyusui.
Fakta : Tidak benar! Operasi pengecilan payudara seringkali
tidak menurunkan kemampuan ibu untuk memproduksi ASI, tetapi karena banyak ibu
memproduksi ASI lebih dari cukup, beberapa ibu yang memiliki operasi pengecilan
payudara kadang – kadang bisa menyusui secara eksklusif. Dalam situasi seperti
itu, pemantapan proses menyusui harus dilakukan dengan perhatian khusus dengan
prinsip-prinsip yang disebutkan dalam Lembar Informasi Proses Menyusui dengan
Benar. Namun, jika ibu tampaknya tidak menghasilkan cukup ASI, dia masih bisa
menyusui, dengan alat bantu menyusui (sehingga puting buatan tidak mengganggu menyusui).
30. Mitos #30
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – bayi prematur perlu belajar untuk menggunakan botol sebelum mereka
bisa mulai menyusui.
Fakta : Tidak benar! Bayi prematur akan lebih berkurang
stress dengan menyusui daripada menggunakan botol susu. Seorang bayi dengan
berat 1200 gram dan bahkan lebih kecil dapat mulai menyusu pada payudara segera
setelah ia stabil, meskipun ia belum bisa melekat selama beberapa minggu.
Namun, dia sedang belajar dan hal tersebut penting bagi bayi dan ibunya.
Sebenarnya, berat badan bayi atau usia kehamilan tidak masalah seperti halnya
kesiapan bayi untuk mengisap, sebagaimana ditentukan oleh gerakan bayi
mengisap. Tidak ada alasan lagi untuk memberikan botol untuk bayi prematur
seperti halnya pada bayi cukup bulan. Bila cairan tambahan benar – benar
diperlukan ada cara untuk memberikannya tanpa menggunakan dot.
31. Mitos #31
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – bayi dengan bibir sumbing dan atau celah langit-langit tidak dapat
menyusu.
Fakta : Tidak benar! Beberapa melakukannya dengan sangat
baik. Bayi dengan bibir sumbing saja bisa menyusu dengan baik. Tapi banyak bayi
dengan celah langit-langit memang mengalami kesulitan untuk melekat. Tidak
diragukan, bagaimanapun, bahwa jika menyusu bahkan tidak dicoba, bayi tidak
akan pernah menyusu. Kemampuan bayi untuk menyusu tidak selalu tergantung pada
seberapa parah atau besar celah tersebut. Menyusu harus dimulai, sebanyak
mungkin, menggunakan prinsip-prinsip menyusui yang tepat. Jika botol yang
diberikan, hal itu akan melemahkan kemampuan bayi untuk menyusu. Jika bayi
perlu diberi minum, tetapi tidak dapat melekat, cangkir bisa dan harus
digunakan daripada botol. Memberi minum dengan jari kadang – kadang berhasil
pada bayi dengan bibir sumbing atau celah langit – langit, tapi tidak selalu.
32. Mitos #32
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – menyusui tidak memberikan perlindungan terhadap kehamilan.
Fakta : Tidak benar! Ini memang bukan metode yang handal,
tetapi tidak ada metode 100% handal. Pada kenyataannya, menyusui bukan metode
buruk untuk menjaga jarak kelahiran anak, dan memberikan perlindungan yang
dapat diandalkan terutama selama enam bulan pertama setelah kelahiran. Hal ini
hampir sama baiknya dengan pil KB, jika bayi di bawah usia enam bulan, jika ibu
menyusui secara eksklusif, dan jika ibu belum mendapat menstruasi normal
setelah melahirkan. Setelah enam bulan pertama, perlindungan berkurang, namun
masih ada, dan rata – rata, wanita menyusui memasuki tahun kedua kehidupan akan
punya bayi setiap dua sampai tiga tahun bahkan tanpa metode kontrasepsi buatan.
33. Mitos #33
Mitos cara pemberian ASI eksklusif ibu untuk bayi
yang baik – ibu menyusui tidak boleh minum pil KB.
Fakta : Tidak benar! Pertanyaannya adalah bukan tentang
paparan hormon wanita, yang bayi dapat terkena pula melalui ASI. Bayi hanya
mendapat paparan lebih sedikit dari pil. Namun, beberapa wanita yang minum pil,
bahkan pil progestin saja, ditemukan bahwa produksi ASI berkurang. Pil yang
mengandung estrogen lebih mungkin untuk mengurangi produksi ASI. Karena begitu
banyak wanita menghasilkan lebih dari cukup, ini kadang – kadang tidak masalah,
tapi kadang-kadang tidak bahkan bila produksi ASI berlimpah, dan bayi menjadi
rewel dan tidak puas saat menyusu. Bayi bereaksi terhadap kecepatan aliran ASI,
bukan apa yang ada "di payudara", sehingga bahkan suplai ASI yang
sangat baik mungkin menyebabkan bayi yang biasa dengan aliran lebih cepat
menjadi rewel. Menghentikan penggunaan pil seringkali membuat normal lagi. Jika
mungkin, wanita yang sedang menyusui sebaiknya menghindari pil KB, atau
setidaknya menunggu sampai bayi mulai MPASI (biasanya sekitar 6 bulan usia).
Bahkan pada bayi yang usianya > 6 bulan, produksi ASI dapat turun secara
signifikan. Jika ibu tetap memutuskan menggunakan pil KB, sebaiknya menggunakan
pil progestin saja (tanpa estrogen).
(info tentang isu seputar ASI dapat di baca lebih
lanjut di buku 'Ma beri aku ASI, karena aku bukan anak sapi' karya marmi,
pustaka pelajar sumber : Marmi, 2012, Ma beri aku ASI, karena aku bukan anak
sapi, pustaka pelajar, yogyakarta
Sumber :
dr-kandungan.com