Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan dalam gandum, rye dan barley. Intoleransi atau alergi gluten kadang-kadang memiliki gejala yang sama dengan penyakit celiac. Bedanya, intoleransi gluten digambarkan sebagai reaksi alergi terhadap gluten dalam saluran pencernaan. Sedangkan penyakit celiac adalah gangguan autoimun yang diwariskan, dimana gluten menyebabkan usus inflamasi dalam jangka panjang dan menyebabkan kerusakan usus kecil.
Karena pemicunya sama-sama gluten, gejala alergi gluten dan penyakit celiac cukup mirip. Gejala dapat muncul tepat setelah makan dan biasanya sembuh dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, gejala dapat berlangsung selama beberapa hari dan bahkan mungkin menjadi kronis.
Sampai saat ini belum ada uji untuk intoleransi gluten atau sensitivitas gluten. Satu-satunya cara untuk dapat mendiagnosis masalah tersebut adalah dengan menghindari makanan yang memicu alergi gluten. Berikut adalah 10 tanda-tanda dan gejala intoleransi gluten yang perlu Anda ketahui.
1. Sakit kepala berulang atau migrain
Jika Anda mengalami sakit kepala atau migrain secara teratur dalam beberapa jam setelah makan makanan yang mengandung gluten, itu bisa menjadi tanda intoleransi gluten. Dalam sebuah penelitian tahun 2001 di American Academy of Neurology, peneliti menemukan bahwa gluten dalam makanan dapat menjadi penyebab sakit kepala berulang.
Sebuah studi berikutnya diterbitkan di Neurology, jurnal resmi American Academy of Neurology, 2012, menemukan bahwa orang yang menderita penyakit celiac, sensitivitas gluten atau penyakit radang usus (IBD) sering menderita sakit kepala migrain.
Orang yang sensitif terhadap gluten sering menderita masalah pencernaan setelah mengonsumsi gluten dalam bentuk apapun. Ini mungkin termasuk gas, kembung, mulas, kram perut, diare atau sembelit.
Sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition mencatat bahwa penyakit celiac menyebabkan berbagai gejala gastrointestinal dan pasien dapat menyingkirkan gejala dalam waktu cepat dengan makanan yang bebas gluten.
3. Kelelahan yang ekstrim
Kelelahan, terutama setelah makan makanan yang mengandung gluten dapat menjadi tanda intoleransi gluten. Gluten dapat mencegah penyerapan nutrisi. Biasanya, orang-orang tidak menyadari kondisi mereka dan terus makan gluten. Hal ini menyebabkan iritasi pada lapisan usus yang pada gilirannya menghambat penyerapan nutrisi yang tepat.
4. Perubahan emosional
Orang-orang yang sensitif terhadap gluten sering mengalami kecemasan dan depresi, seperti merasa putus asa, kurangnya minat, energi rendah, serangan panik, perubahan nafsu makan, perasaan kehilangan kontrol, perubahan tidur, marah dan banyak lagi.
5. Masalah kulit
Orang-orang yang sensitif terhadap gluten juga dapat menderita beberapa masalah kulit, termasuk eksim, jerawat, psoriasis, keratosis pilaris dan dermatitis herpetiformis. Gluten menyebabkan peradangan di bawah lapisan atas kulit, yang dapat menyebabkan ruam, gatal, terbakar, kemerahan dan bahkan lepuh menyakitkan.
Fibromyalgia menyebabkan nyeri otot dan nyeri jaringan penghubung yang akut. Nyeri sendi dan otot yang parah dapat mempengaruhi kegiatan sehari-hari Anda. Gejala lain dari fibromyalgia termasuk gangguan tidur, kelelahan, mati rasa atau kesemutan dan kekakuan pada sendi.
7. Rongga pada gigi
Jika Anda menghadapi masalah gigi seperti perubahan warna (coklat, putih, atau bintik-bintik kuning) pada gigi, lubang vertikal yang besar serta enamel yang berlubang, itu bisa menjadi tanda sensitivitas gluten.
8. Otak yang berkabut
Gejala lain yang berhubungan dengan penyakit celiac adalah munculnya kabut otak. Kondisi ini dapat menyebabkan menurunnya tingkat konsentrasi serta penyimpangan memori jangka pendek.
9. Diagnosis penyakit autoimun
Jika Anda telah didiagnosis mengidap penyakit autoimun, ada kemungkinan tinggi bahwa tubuh Anda sensitif terhadap gluten. Ketika terkena penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh Anda menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda. Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun, termasuk rheumatoid arthritis, vitiligo, multiple sclerosis, penyakit Crohn, ulcerative colitis, dermatitis herpetiformis dan diabetes tipe satu.
10. Infertilitas atau keguguran berulang
Jika Anda tidak dapat hamil atau telah melalui beberapa kali keguguran, itu bisa menjadi tanda intoleransi gluten. Ketika orang yang intoleransi gluten nekat mengonsumsi gluten, hal itu akan menghasilkan peradangan, yang pada gilirannya membuat sulit untuk hamil.
Nah, itu tadi beberapa gejala dan tanda alergi gluten. Jika Anda pernah mengalami satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya Anda mulai menghindari makanan yang mengandung gluten. Dan segera berkonsultasi dengan dokter.