Serangga berupa kutu biasanya menyerang hewan peliharaan. Namun tak jarang pula Anda terkena gigitan kutu jika lingungan Anda kurang bersih. Kutu juga bisa ditularkan melalui binatang peliharan.
Gigitan kutu umumnya menyebabkan sensasi gatal serta menyakitkan. Akibat gigitan kutu bisa berupa benjolan kecil, benjolan merah, dan biasanya dalam kelompok tiga atau empat benjolan atau juga dalam garis lurus. Benjolan karena gigitan kutu paling sering terlihat di sekitar pergelangan kaki atau di kaki. Namun, gigitan juga dapat melihat di sekitar pinggang, ketiak atau di lipatan siku dan lutut.
Meski begitu, hindari menggaruk kulit secara berlebihan karena dapat merusak kulit dan menyebabkan infeksi bakteri sekunder. Untuk mengobati dan mencegah gigitan kutu, langkah terbaik yakni mengendalikan perkembangbiakan kutu itu sendiri.
Di samping itu, ada banyak metode alami yang dapat Anda gunakan untuk mengobati gigitan kutu pada diri sendiri serta hewan peliharaan Anda. Berikut adalah 10 cara untuk mengobati gigitan kutu pada manusia dan hewan peliharaan.
10 Tips Mengatasi Gatal Akibat Gigitan Kutu
Terapkan kompres dingin dapat membantu menghentikan gatal dan nyeri akibat gigitan kutu. Obat ini bekerja untuk manusia serta hewan peliharaan. Suhu dingin memiliki efek mati rasa pada ujung saraf yang membantu menenangkan sensasi gatal. Cara ini juga mengurangi pembengkakan.
Obat lain yang berguna untuk mengatasi gigitan kutu pada manusia dan hewan peliharaan adalah baking soda. Baking soda menjadi penetral asam alami, dan memberikan bantuan instan dari gatal. Bahan ini juga mengurangi pembengkakan dan peradangan serta risiko infeksi.
Cuka sari apel adalah obat rumah lain yang sangat baik untuk mengobati gigitan kutu. Obat ini bekerja dengan baik bagi manusia maupun hewan peliharaan. Bahan ini dapat membantu mengurangi peradangan dan menenangkan gatal pada daerah yang terkena. Kandungan asam asetat dalam cuka apel juga dapat mencegah infeksi.
Sukulen gel lidah buaya menenangkan untuk kulit, bagi manusia serta hewan peliharaan. Senyawa aktif mengandung sifat antiseptik serta anti-inflamasi yang membantu mengurangi gatal dan bengkak akibat gigitan kutu. Kandungan dalam lidah buaya juga mempercepat proses penyembuhan.
Apakah Anda ingin membasmi kutu-kutu di rumah dan mengobati gejala gigitan kutu? Daun nimba yang juga dikenal sebagai Margosa sangat efektif. Daun nimba dan minyaknya mengandung anti-iritasi, kualitas antiseptik dan anti-inflamasi dan secara luas digunakan pada manusia dan anjing oleh orang-orang yang lebih memilih untuk mengobati gigitan kutu dengan cara alami. Tapi daun nimba ini tidak cocok untuk kucing.
Witch hazel adalah zat yang efektif yang dapat Anda gunakan untuk mengobati gigitan kutu. Ini membantu meredakan gatal serta mengurangi peradangan dan kemerahan karena tanin di dalamnya yang memiliki efek astringent dan anti-inflamasi ringan yang membantu mengurangi gatal dan pembengkakan.
Garam epsom berguna untuk menenangkan sejumlah keluhan kulit, termasuk gigitan kutu. Manusia serta hewan peliharaan dapat menikmati mandi garam epsom untuk menenangkan serta mengurangi peradangan dan iritasi yang disebabkan oleh gigitan kutu.
Oatmeal, dapat bermanfaat dalam mengobati gigitan kutu secara alami. Oatmeal mengacu pada gandum yang digiling menjadi bubuk sangat halus. Oatmeal menarik racun inflamasi dari kulit serta menenangkan kulit, membantu mengobati iritasi kulit dan peradangan yang disebabkan oleh gigitan kutu. Bahan ini dapat dengan aman digunakan pada manusia dan hewan peliharaan.
Lemon adalah satu lagi obat alami untuk gigitan kutu dan efektif bagi manusia serta hewan peliharaan. Buah ini bahkan bisa membantu mengontrol kutu yang merajalela hewan peliharaan dan rumah Anda.
Astringent alami ini membantu mengeringkan ruam yang keluar yang disebabkan oleh gigitan kutu dan membuat gatal. Lemon juga mengurangi kemerahan dan bengkak serta mencegah infeksi.
Teh hijau juga dapat meningkatkan kondisi kulit ketika digigit kutu. Bahan ini dapat menenangkan kulit, mengurangi rasa gatal, mengurangi pembengkakan dan mempromosikan penyembuhan karena sifat anti-iritan dan anti-inflamasi.
Baca juga: