Memilih apakah akan menyusui dengan ASI atau memberi bayi baru lahir susu formula memang keputusan personal. Itu adalah salah satu keputusan penting pertama bagi seorang ibu baru.
Namun, Organisasi Kesehatan Dunia serta American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan ASI sebagai asupan terbaik yang dapat Anda berikan kepada anak Anda.
Menurut AAP, ASI eksklusif sangat penting selama 6 bulan pertama dan memiliki efek tahan lama pada kesehatan dan perkembangan bayi Anda. Bukan hanya bayi, ibu juga mendapat manfaat dari menyusui bayi mereka. Berikut adalah 10 manfaat ASI bagi ibu dan bayi.
10 Keuntungan Menyusui Bagi Ibu dan Anak
- Mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi
ASI memiliki kombinasi sempurna dari protein, lemak, vitamin dan karbohidrat yang membantu bayi Anda tumbuh dan berkembang dengan baik. Plus, leukosit serta antibodi, enzim dan hormon hadir dalam ASI membuat makanan ideal untuk bayi yang baru lahir.
Protein dalam ASI mudah dicerna dan memiliki sifat perlindungan besar terhadap infeksi. Kalsium dan besi dalam ASI, juga diperlukan untuk pertumbuhan tulang yang sehat, juga lebih mudah diserap. Plus, ASI mengandung lemak sehat yang diperlukan untuk otak, retina dan pengembangan sistem saraf.
- Meningkatkan sistem kekebalan
Alergi makanan, eksim dan asma adalah masalah umum pada bayi yang mendapat ASI selama setidaknya empat bulan. Hal ini terutama disebabkan kolostrum atau susu pertama yang diproduksi dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan.
ASI ini adalah rendah lemak dan tinggi protein yang memiliki pengaruh positif terhadap respon imun bayi Anda dan jaringan limfoid. Hal ini membuat bayi lebih tahan terhadap kuman, bakteri, virus dan patogen lainnya.
Manfaat kognitif terkait dengan asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda, khususnya docosahexaenoic acid (DHA) dan asam arakidonat protein tertentu dalam ASI juga mempromosikan perkembangan otak.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Archives of General Psychiatry pada tahun 2008 melaporkan bahwa pemberian ASI berkepanjangan dan eksklusif meningkatkan perkembangan kognitif anak.
- Menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak
Menyusui bayi Anda untuk setidaknya enam bulan dapat membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak. Kematian mendadak bayi berusia kurang dari 1 tahun yang penyebabnya tidak dapat ditemukan di otopsi.
Sebuah studi 2009 yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics melaporkan bahwa menyusui mengurangi risiko tersbeut oleh lebih dari 50 persen pada semua umur bayi di seluruh dunia.
Menyusui didorong untuk mengurangi risiko kanker pada anak-anak serta ibu menyusui. Sebuah studi 2008 yang diterbitkan dalam Journal of Pediatric menemukan bahwa menyusui berbanding terbalik dikaitkan dengan kanker pediatrik, dan perlindungan meningkat dengan durasi menyusui penuh.
Menyusui bayi Anda bahkan mengurangi kemungkinan bahwa anak Anda akan perlu memakai kacamata nantinya. Menurut sebuah studi 2007 oleh para peneliti, anak-anak yang diberi ASI saat bayi memiliki penglihatan yang lebih baik daripada mereka yang diberi susu formula.
- Meningkatkan sistem pencernaan sehat
Bayi cenderung menderita diare dan sakit perut. Keseimbangan yang tepat nutrisi dalam ASI membantu bayi mengembangkan sistem pencernaan yang sehat. Secara khusus, dalam lemak dan kolostrum yang kaya antibodi membantu bayi beradaptasi dengan kebutuhan saat mereka tumbuh.
- Menurunkan berat badan ibu
Menyusui dikaitkan dengan postpartum retensi berat badan rendah. Ini membantu membakar kalori ekstra dan mengurangi lemak yang tersimpan, sehingga membantu ibu baru kembali ke berat badan sebelum hamil lebih cepat tanpa diet.
- Mendukung kesehatan mulut
Menyusui membantu tulang rahang dan otot-otot saluran napas bagian atas berkembang, yang penting untuk penyelarasan yang lebih baik dari rongga mulut pada bayi. ASI eksklusif selama empat sampai lima bulan mengurangi risiko pada bayi menderita maloklusi, yang berarti misalignment dari gigi dan lengkung gigi. Hal ini juga mengurangi risiko kerusakan gigi lainnya pada bayi.
- Mengurangi risiko diabetes
Menyusui mengurangi risiko diabetes pada ibu menyusui dan bayinya. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, kerusakan ginjal, kerusakan mata, kerusakan kaki dan masalah kulit.
Sebuah studi 2007 yang diterbitkan dalam Diabetes Voice menunjukkan bahwa mendorong dan mendukung menyusui untuk semua ibu dan bayi mungkin memiliki dampak besar pada kedua tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Baca juga: