WHO telah mengeluarkan pernyataan tentang isu keamanan pangan, menyangkut risiko penularan flu burung, sebagai berikut. Flu burung ...
Kondisi ini perlu diwaspadai, karena beberapa hari ini wabah Flu Burung kembali merebak. Hal ini ditandai dengan Puluhan unggas di kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, ditemukan mati mendadak dua hari yang lalu.
Virus flu burung saat ini memang tidak akan menular ke manusia melalui makanan yang dimasak dengan benar. Karena apabila daging unggas dimasak sengan suhu 70 derajat Celcius maka virus tersebut sudah terbunuh. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang mendapatkan bahwa tidak ada orang telah terinfeksi virus H5N1 setelah mengonsumsi daging unggas yang dimasak dengan benar dan matang seluruhnya, meskipun daging tersebut memang sudah terinfeksi sebelumnya.
Kebanyakan strain virus flu burung hanya ditemukan di saluran pernapasan dan pencernaan unggas yang terinfeksi, tidak di dalam daging. Namun, hasil studi yang sudah ada menunjukkan bahwa virus yang sangat patogen, termasuk virus H5N1, menyebar ke hampir seluruh bagian burung yang terinfeksi, termasuk daging.
Untuk alasan ini, penanganan unggas dan produk unggas selama persiapan makanan dan cara memasak yang tepat sangat penting di daerah yang mengalami wabah flu burung H5N1 pada unggas. Untuk itu Konsumen di daerah wabah virus harus menyadari risiko kontaminasi silang antara unggas mentah dan makanan yang tidak dimasak sebelum dikonsumsi.
Sebagai pencegahan, cairan dari tubuh unggas atau unggas mentah seharusnya tidak diperbolehkan disentuh langsung selama persiapan memasak atau dicampur dengan item bahan makananan lain. Dan pastikan setelah mengolah dan memasak unggas mentah atau produk unggas mentah, Anda harus mencuci tangan secara menyeluruh dan bersih dengan menggunakan disinfeksi atau dengan sabun dan air panas.
Perlu anda ketahui bahwa Virus H5N1 mampu bertahan selama minimal satu bulan pada suhu rendah, sehingga pembekuan dan pendinginan makanan terutama daging unggas, tidak akan secara substansial mengurangi konsentrasi virus dalam daging yang terkontaminasi dan tidak akan dapat membunuh virus Flu burung tersebut.
Anda juga perlu waspada, terhadap telur yang dikonsumsi, karena sangat mungkin telur unggas yang anda konsumsi juga terinfeksi virus, baik pada bagian luar atau cangkang atau bagian dalam telur. Untuk itu, anda sebaiknya tidak mengkonsumsi telur dalam keadaan mentah atau setengah matang.
Ringkasan:
- Flu Burung merupakan penyakit yang disebabkan karena Virus yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia,
- Virus Flu Burung atau H5N1bisa mati apabila dipanaskan pada suhu 70 derajat Celcius,
- Virus avian influenza juga bisa berada pada telur baik itu di bagian luar cangkang maupun dalam telur.