Pengaruh Status Ekonomi Terhadap Asupan Gizi Ibu Hamil BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu di kawasan As...
loading...
Pengaruh Status Ekonomi Terhadap Asupan Gizi Ibu Hamil
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Angka Kematian
Ibu di kawasan Asia Tenggara menyumbang hampir sepertiga jumlah kematian ibu
dan anak global. WHO memperkirakan sebanyak 37 juta kelahiran terjadi dikawasan
Asia Tenggara setiap tahun,sementara total kematian ibu dan bayi lahir
dikawasan ini diperkirakan berturut turut 170 ribu dan 1,3 juta pertahun. Data
dari WHO, UNICEF,UNFPA dan bank dunia menunjukan angka kematian ibu hingga saat
ini masih kurang dari satu persen pertahun, hal ini bisa dicapai bila semua
pihak terintegrasi, baik ditingkat local maupun nasional.
Berdasarkan SDKI
2012, rata-rata angka kematian ibu (AKI) tercatat mencapai 359 per 100 ribu
kelahiran hidupsedangkan AKB 32 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian
Neonatal (AKN) di Indonesia sebesar 19 kematian/1000 kelahiran hidup.1
Jumlah AKI di
jawa barat tahun 2012 tercatat mencapai 804 per 100.000 kelahiran hidupdan AKB
4.803 per 1.000 kelahiran hidup. 2
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten XXX pada
tahun 2013, menyebutkan bahwa
jumlah kematian ibu
(AKI) di Kabupaten XXX
sebesar 78 kasus dari kelahiran hidup dan jumlah kematian bayi sebesar 114 per 1.000 kelahiran hidup dan jumlah kematian neonatal 390 per 1.000
kelahiran hidup.3
Oleh karena itu
gizi yang baik mempunyai andil yang cukup besar pada pembentukan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM), karena kekurangan gizi berdampak negatif yang sangat
besar pada kesehatan dan dapat menghambat kualitas SDM seperti yang diharapkan.
Bila kekurangan gizi terjadi pada ibu hamil maka akan berakibat buruk baik bagi
ibu itu sendiri maupun anak yang dilahirkannya.
Pemenuhan gizi
baik sering kali terhambat akan keterbatasannya seseorang dalam memenuhi
kebutuhan gizi tersebut hal itu dikarenakan ketiak mampuan dalam pengadaan
sumber makan yang bergizi.
Terpenuhinya
kebutuhan hidup khususnya pangan dipengaruhi oleh tingkat ekonomi seseorang, dimana
semakin tinggi tingat ekonominya maka semakin baik pula pemenuhan kebutuhan
gidupnya begitupun sebaliknya.
kehidupan sosial
ekonomi adalah suatu kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang menggunakan
indikator pendidikan, pekerjaan dan penghasilan sebagai tolak ukur. Fungsi
ekonomi yaitu : kebutuhan makan dan minum, kebutuhan pakaian untuk menutup
tubuh, kebutuhan tempat tinggal.
Sehubungan dengan fungsi tersebut maka orang tua diwajibkan untuk berusaha
keras agar supaya setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum, cukup
pakaian serta tempat tinggal.
Masalah gizi di
Indonesia dan di negara berkembang pada umumnya masih didominasi oleh masalah
Kurang Energi Protein (KEP), Masalah Anemia Besi, masalah Gangguan Akibat
Kekurangan Yodium (GAKY), masalah Kurang Vitamin A (KVA).
Rawan pangan dan
gizi masih menjadi salah satu masalah besar bangsa ini. Masalah gizi berawal
dari ketidakmampuan rumah tangga mengakses pangan, baik karena masalah
ketersediaan di tingkat lokal, kemiskinan, pendidikan dan pengetahuan akan
pangan dan gizi, serta perilaku masyarakat. Kekurangan gizi mikro seperti
vitamin A, zat besi dan yodium menambah besar permasalahan gizi di Indonesia.
Dengan demikian masalah pangan dan gizi merupakan permasalahan berbagai sektor
dan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.4
Salah satu
akibat Status ekonomi adalah ketidakmampuan rumah tangga untuk memenuhi
kebutuhan pangan dalam jumlah dan kualitas yang baik; lebih dari 10 persen
penduduk di setiap provinsi mengalami rawan pangan. Hal ini berakibat pada
kekurangan gizi, yang dapat diindikasikan dari status gizi anak balita dan
wanita hamil.5
Permasalah
mengenai gizi pun ditemukan di desa XXX kecamatan XXX Kabupaten XXX diantaranya
adalah masih terdapatnya bayi berat lahir rendah, dan ibu yang KEK.
Peningkatan
angka kek di desa XXX periode januari- maret sangat luar biasa yakni di bulan
januari terdapat 1 ibu hamil yang kek, februari mulai mengalami peningkatan
dengan jumlah 4 orang dan di bulan maret menempati peringkat pertama dalam satu
kecamatan XXX yaitu menjadi 6 orang. 6
Hal tersebut di akibatkan kurangnya asupan
gizi pada ibu saat masa kehamilan.
Berdasarkan
Latar Belakang di atas ,maka penulis tertarik untuk mengambil judul Pengaruh
Status Ekonomi Terhadap Asupan Gizi Ibu
Hamil Di Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun 2014.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian pada latar belakang maka rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh Status ekonomi terhadap asupan
gizi ibu hamil di Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun 2014.
C.
Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Mengetahui
pengaruh Status ekonomi terhadap
asupan gizi ibu hamil di Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun 2014.
2. Tujuan khusus
Adapun
tujuan khusus dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.
Untuk mengetahui
seberapa besar Status ekonomi
masyarakat di Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX
Tahun 2014.
b.
Untuk mengetahui ibu
hamil di Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun 2014.
c.
Untuk mengetahui pengaruh
Status ekonomi terhadap asupan gizi
ibu hamil di Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun 2014.
D.
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup
penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh Status ekonomi terhadap asupan gizi ibu hamil di
Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX periode Januari Mei 2014 dengan waktu penelitian bulan Juni
- Juli 2014.
E.
Kegunaan Penelitian
1.
Guna
Teoritis (Keilmuan)
a)
Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan
perbandingan mahasiswa lain yang akan melakukan penelitian, dan sebagai bahan bacaan untuk pembaca
tentang hubungan Status ekonomi terhadap
asupan gizi Ibu hamil.
b) Bagi Peneliti
1)
Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai
beberapa hal, seperti perekonomian , maupun asupan gizi.
2)
Menambah wawasan mengenai tatacara
melakukan penelitian dengan baik dan benar.
3)
Dapat mempraktekan ilmu yang didapatkan
selama perkuliahan.
2. Guna Praktis
a)
Bagi Responden
Mudah-mudahan dapat mempengaruhi pola pikir mereka dalam
memahami dampak dari asupan gizi ibu hamil.
b)
Bagi Lokasi tempat Penelitian
Diharapkanakan
memberi manfaat
sebagai bahan masukan mengenai keadaan
perekonomian masyarakat, serta
mengetahui seberapa penting asupan gizi Ibu hamil. Sehingga kedepannya asupan
gizi Ibu hamil semakin bertambah baik.
Download KTI FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD