Merencanakan Kehamilan Dengan Mengenali Faktor Penentu Kehamilan Sesudah menikah, ibu dan suami sudah mulai bisa merencanakan keha...
loading...
Merencanakan Kehamilan Dengan Mengenali Faktor Penentu Kehamilan
Sesudah menikah, ibu dan suami
sudah mulai bisa merencanakan kehamilan
dengan mengenali faktor penentu kehamilan. Memang kadangkala bagi sebagian
pasangan, kehamilan itu datang dengan sendirinya tanpa direncanakan terlebih
dahulu bahkan ketika pasangan tersebut belum berencana punya momongan. Namun
ada juga pasangan yang mengalami sedikit kesulitan dalam mendapatkan momongan,
sehingga dengan membaca artikel ini diharapkan dapat membantu ibu dalam
merencanakan kapan ibu hamil.
Dengan mengetahui faktor apa saja
yang menjadi penentu tersebut, ibu dan suami setidaknya akan punya patokan
mengenai apa, bagaimana dan kapan waktu terbaik ibu untuk mulai bisa hamil.
Faktor Apa Penentu Kehamilan?
Melihat kehamilan itu dipengaruhi
banyak faktor yang menentukan baik itu dari faktor ibu maupun dari suami. Untuk
itu kenali faktor penentu kehamilan bagi seorang wanita berikut ini.
Masa Subur
Faktor utama yang mempengaruhi
kehamilan ibu adalah masa subur yang akan ibu alami setiap bulannya. Untuk mengetahui
masa subur ibu bisa mengetahuinya dengan cara menghitung siklus menstruasi ibu
setiap bulannya. Normalnya, siklus mentruasi pada wanita terjadi dalam rentang
waktu sekitar 28-35 hari setiap periode siklusnya. Jika siklus mentruasi ibu
berkisar dalam angka tersebut maka puncah masa subur berada pada pertengahan
siklus, misalnya siklus 28 hari maka masa subur mencapai puncak pada hari ke
14.
Tetapi bagaimana jika ibu yang
mengalami siklus menstruasi lebih pendek, lebih lama atau bahkan tidak teratur?
Jika ibu mengalami hal ini maka
menentukan masa subur melalui konsultasi dengan dokter kandungan. Nantinya
kondisi ibu bisa dilihat apakah sudah siap hamil atau belum berdasarkan kondisi
kematangan sel telur ibu yang diperiksa melalui alat USG Transvaginal.
Selain berkonsultasi dengan
dokter, saat ini mengecek kesuburan ibu bisa ibu lakukan sendiri dirumah dengan
cara tes kesuburan melalui air liur menggunakan alat khusus yang dijual di
apotik.
Kesehatan Suami
Selain kesuburan ibu, kehamilan
juga ditentukan oleh kesehatan suami. Seorang suami yang selalu menjaga
kesehatan dengan mengkonsumsi makanan sehat dan teratur berolahraga serta
hindari kebiasaan buruk seperti rokok dan alkohol sehingga peluang memiliki
keturunan lebih besar.
Usia Ibu
Semakin tua usia ibu dan melebihi
angka 35 tahun maka akan semakin menipis kesempatan ibu untuk bisa hamil.
Selain karena penurunan fungsi organ reproduksi, usia tua juga dikhawatirkan
akan mendatangkan faktor risiko jika terjadi kehamilan di usia tersebut.
Pola Hubungan Badan Dengan Suami
Proses pembuahan sel telur oleh
sel sperma terjadi antara 4-5 hari antara puncak masa ovulasi. Anda bisa
melakukan hubungan badan dengan suami pada masa ini untuk memperbesar peluang
mendapatkan kehamilan. Jika memungkinkan dan kondisi sperma suami baik, maka
ibu bisa melakukan hubungan badan 3-4 kali dalam seminggu (setiap 2-3 hari
sekali). Ketika melakukan hubungan badan dan ibu mengalami rasa nyeri
diakibatkan ukuran atau kurangnya lendir yang melumasi jalan lahir ibu, hindari
penggunaan pelumas karena justru akan berakibat buruk bagi proses ovulasi. Jika
diperlukan, gunakan pelumas dengan minyak alami misalnya minyak sayur, zaitun,
jagung, kacang atau alpukat.
Walau demikian kadangkala masa
ovulasi tidak pernah tepat waktu dan bergeser walaupun siklus mentruasi ibu
terhitung teratur. Sehingga ibu dan suami bisa berhubungan pada dengan pola
yang sama seperti saat perkiraan puncak ovulasi. Namun diusahakan untuk
mengurangi bahkan menghentikan pola tersebut satu minggu menjelang datangnya
siklus menstruasi. Selain dikhawatirkan terganggunya proses pembuahan yang
mungkin saja sudah terjadi juga pada masa ini biasanya kesuburan ibu sudah
lewat.
Bagaimana Cara Agar Cepat Hamil?
Setelah mengetahui faktor apa
saja yang menentukan kehamilan, sekarang saatnya ibu mengetahui bagaimana cara
memperbesar peluang agar cepat hamil.
Selain teratur melakukan hubungan
badan pada masa subur (minimal satu kali pada puncak masa subur), ibu dan suami
juga harus menerapkan pola hidup sehat. Usahakan ibu berolahraga ringan minimal
2 kali seminggu karena akan membantu meningkatkan kesuburan ibu dan suami.
Jangan berolahraga yang menguras tenaga berlebihan karena justru akan berakibat
buruk bagi kesuburan.
Selain berolahraga, konsumsi
makanan sehat serta jauhi bahkan hindari asap rokok, alkohol maupun narkoba
akan semakin memperbesar peluang hamil itu sendiri. Ibu juga bisa mengkonsumsi
asam folat yang bisa ibu dapatkan dari sayuran seperti bayam, brokoli, kentang,
kacang hijau atau dari suplemen makanan. Hindari mengkonsumsi hati hewan serta
daging dan telur setengah matang karena sangat berisiko mengandung virus
dan bakteri yang merugikan.
Ibu juga bisa memeriksakan
kesehatan dengan cara tes darah untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit
yang ibu derita yang akan menghambat terjadinya kehamilan pada ibu. Selain itu
usahakan ibu dan suami untuk menghindari stress yang akan menyebabkan penurunan
kualitas sel telur dan sperma sehingga menyebabkan peluang hamil semakin kecil.
Kapan Waktu yang Tepat Untuk Merencanakan Kehamilan?
Merencanakan kehamilan bisa ibu
lakukan kapan saja. Dengan mengetahui faktor penentu dan bagaimana mempercepat
proses datangnya kehamilan tersebut, ibu dan suami bisa langsung membuat
perencanaan tersebut. Langkah awal yang harus ibu lakukan tentu saja menghitung
kapan ibu mendapatkan puncak masa subur sambil dibarengi dengan menerapkan pola
hidup sehat.
Jika langkah awal ibu tidak
membuahkan hasil setidaknya dalam 2-3 kali siklus menstruasi atau bahkan lebih,
maka ibu dan suami harus mempertimbangkan untuk mulai berkonsultasi ke dokter
kandungan untuk memastikan kesiapan sel telur ibu dan kualitas sperma suami
atau bahkan faktor pendukung lainnya sehingga kehamilan yang ibu dan suami
dambakan bisa segara diperoleh.
Memang ibu tidak bisa merencanakan kehamilan dengan mengenali
faktor penentu kehamilan saja. Banyak juga hal lain yang mempengaruhi
kenapa ibu sampai saat ini belum mendapatkan momongan. Berusaha, berdoa dan
bersabar merupakan cara yang tepat dalam menantikan rezeki terbesar bagi
kehidupan ibu dan suami.