Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kolostrum dengan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI Ekslusif pada Minggu Pertama Post Partum ...
loading...
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kolostrum dengan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI Ekslusif pada Minggu Pertama Post Partum
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan
dalam bidang kesehatan merupakan bagian integral dari Pembangunan Nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya.
Pembangunan kesehatan Indonesia diselenggarakan dalam upaya mencapai visi
Indonesia Sehat 2025. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan
berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan
merata, serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk
rentan, antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia, dan keluarga miskin. (1)
Dalam visi
ini Indonesia mempunyai delapan sasaran MDGs (Millenium Development Goals) yaitu meliputi menanggulangi
kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong
kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian bayi,
meningkatkan kesehatan ibu, memerangi hiv/aids, malaria dan penyakit menular
lainnya, memastikan kelestarian lingkungan hidup. Khusus pada salah satu target yaitu mengenai, menurunkan
angka kematian bayi dan meningkatkan derajat kesehatan ibu. Akan tetapi di Indonesia kematian
bayi terbilang masih cukup tinggi. (2)
Kementrian Kesehatan telah menerbitkan
surat keputusan Mentri kesehatan nomer: 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang Pemberian
ASI secara ekslusif pada bayi di Indonesia. Pada tahun 2012 telah terbit
Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 33 tentang ASI Ekslusif dan telah diikuti
dengan diterbitkannya 2 (dua) peraturan Mentri Kesehatan
yaitu: Permenkes nomer 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas
Khusus Menyusui Dan Atau Memerah Air Susu Ibu dan Permenkes Nomer 39 Tahun 2013
tentang Susu Formula Bayi dan produk Bayi Lainnya. (3)
Salah satu
upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan pada bayi baru lahir adalah dengan
menyusui secara ekslusif. Dimana menyusui ekslusif ini berarti menyusui secara
intensif dalam kurun waktu 0-6 bulan. Kandungan ASI ini
sangat membantu perkembangan bayi serta antibody, terutam pada
minggu-minggu pertama, yang masih
terbentuk kolostrum awal yang dapat memberikan antibody bagi bayi baru lahir. (4)
ASI
mengandung zat gizi yang tidak terdapat dalam susu formula. Komposisi zat dalam
ASI antara lain 88,1% air, 3,8% lemak, 0,9% protein, 7% laktosa, serta 0,2% zat
lainnya yang berupa DHA, DAA, shpynogelin, dan zat gizi lainnya. (5)
Pengetahuan yang berati
hasil tau tentang objek yang ada berdasarkan indra cukup mempengaruhi seseorang
dalam pengammbilan sikap. Ibu post partum yaitu ibu yang telah melahirkan. (6)
Salah satunya dapat mempengaruhi
ibu post partum yang masih awal yaitu satu minggu dalam memberikan asuhan pada
bayinya, terutama dalam memberikan ASI ekslusif. (7)
Kolostrum adalah cairan
yang di hasilkan oleh kelenjar payudara setelah melahirkan (4-7 hari) yang
berbeda kalakteristik pisik dan komposisina dengan sai matang, atau cairan
tahap pertama ASI yang di hasilkan selama masa kehamilan dan berakhir setelah
kelahiran bayi (2-4 hari) berwarna kuning keemasan atau krem,dengan volume
150-300 ml/perhari serta lebih kental di bandingkan dengan cairan susu tahap
berikutnya. (8)
Sedangkan sikap merupakan
respon dari hal yang pernah atau sedang sesorang ketahui. Apabila pengetahuan
sesorang dalam hal ini ibu satu minggu post partum mengenai kolostrum pada ASI
baik maka sikapnya terhadap pemberian
ASI pun akan mendukung bahkan memberikan dengan baik. (9)
Berdasarkan data yang diperoleh dari
Dinas Kesehatan Kabupaten XXX pada tahun 2012 yang lulus dalam pemberian ASI
Ekslusif sebanyak 80%. (10) sehingga masih ada kesenjangan sebesar 20%.
Menurut
data laporan Puskesmas XXX periode Mei - juni 2014, jumlah ibu nifas yang menyusui sebanyak 174
. dari keseluruhan ibu nifas yang menyusui target harus tercapai
sekitar 80% , namun sampai saat ini di dapatkan pencapaian data hanya 42 %.
Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik
untuk mengambil judul Hubungan Tingkat
Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kolostrum dengan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI
Ekslusif pada Minggu Pertama Post Partum di Puskesmas
XXX Kabupaten XXX.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan,
maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah
ada Hubungan
Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kolostrum dengan Sikap Ibu dalam
Pemberian ASI Ekslusif pada Minggu Pertama Post Partum di Puskesmas XXX
Kabupaten XXX?.
C.
Tujuan
1.
Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum dengan sikap ibu dalam pemberian asi
ekslusif pada minggu pertama post partum di Puskesmas XXX Kabupaten XXX.
2.
Tujuan Khusus
a.
Diketahui pengetahuan ibu nifas
tentang kolostrum
di Puskesmas XXX Kabupaten XXX tahun 2014
b.
Diketahui sikap ibu dalam pemberian
asi ekslusif pada minggu pertama post partum di Puskesmas XXX Kabupaten XXX
tahun 2014
c.
Untuk mengetahui hubungan hubungan
tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum dengan sikap ibu dalam
pemberian asi ekslusif pada minggu pertama post partum di Puskesmas XXX
Kabupaten XXX tahun 2014
D.
Ruang
Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum dengan
sikap ibu dalam pemberian asi ekslusif pada minggu pertama post partum. Subjek
penelitian ini adalah seluruh ibu satu minggu post partum di Wilayah Kerja
Puskesmas XXX Kabupaten XXX. Alasan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum dengan sikap ibu dalam
pemberian asi ekslusif pada minggu pertama post partum di Puskesmas XXX
Kabupaten XXX. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Juni-Juli 2014.
E.
Kegunaan
Penelitian
1.
Secara Teoritis
(Keilmuan)
a.
Bagi Peneliti
Diharapkan penelitian ini akan bermanfaat bagi peneliti
sebagai upaya dalam mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan terutama yang
berkaitan dengan penelitian khususnya dalam hal kolostrum terutama ASI
ekslusif.
b.
Bagi DIII Kebidanan
Diharapkan dapat menjadi bahan bacaan dan bahan pustaka
terutama yang berkaitan dengan kolostrum dan ASI ekslusif.
2.
Secara Praktis
a.
Bagi Puskesmas XXX
Kabupaten XXX
Diharapkan penelitian ini akan bermanfaat bagi Puskesmas XXX
terutama dalam hal kolostrum terutama ASI ekslusif.
b.
Bagi Responden
Diharapkan dengan adanya penelitian ini responden dapat
memahami pentingnya kolostrum pada ASI dan pentingnya pemberian ASI ekslusif.
DOWNLOAD KTI KEBIDANAN FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD