Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan BAB I PENDAHULUAN ...
loading...
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kehamilan merupakan sesuatu yang wajar yang terjadi pada wanita yang
produktif. Selama masa kehamilan terjadi perubahan pada ibu baik fisik maupun
psikis. Secara umum perubahan fisik selama masa kehamilan ialah, tidak haid,
membesarnya payudara, perubahan bentuk rahim, perubahan sistem kerja organ
tubuh, membesarnya perut, naiknya berat badan, melemahnya relaksasi otot-otot
saluran pencernaan, sensitivitas pada pengindraan, serta kaki dan tangan mulai
membesar (Pieter & Lubis, 2010).
Adapun perubahan psikis pada ibu trimester pertama diperkirakan 80%,
timbul sifat rasa kecewa, penolakan, cemas dan rasa sedih. Pada trimester ke
dua kehidupan psikologi ibu tampak lebih tenang dan mulai dapat beradaptasi,
dan pada trimester tiga, perubahan psikologi ibu terkesan lebih kompleks dan
meningkat kembali dibanding trimester sebelumnya, dan ini tidak lain
dikarenakan kondisi kehamilan yang semakin membesar (Janiwarty & Pieter,
2012). Oleh sebab itu semakin bertambanhnya usia kehamilan, baik kondisi fisik
maupun emosional ibu akan berubah, perubahan tersebut memerlukan penanganan
yang di butuhkan sesuai dengan perubahan- perubahan yg terjadi pada ibu hamil,
dan hal ini akan terus berlanjut sampai ke masa persalinan.
Keadaan psikologi ibu saat melahirkan
berbeda satu sama lain, hal ini dipengaruhi oleh kepribadian masing masing
ibu. Disamping itu akibat perubahan hormonal yang berkaitan dalam tubuh, juga
kurang istirahat dapat mempengaruhi kemunculan berbagai hal yang dirasakan ibu.
Ibu yang menghadapi proses persalinan kerapkali lebih memperhatikan persiapan
kesejahteraan anak yang akan lahir daripada dirinya sendiri (Bahiyatun, 2011).
Proses persalinan selain dipengaruhi
oleh faktor passage, passanger, power dan penolong, faktor psikis juga sangat
menentukan keberhasilan persalinan. Dimana kecemasan atau ketegangan, rasa
tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang
tidak menyenangkan tapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal
dari dalam (intra psikis) dapat mengakibatkan persalinan menjadi lama/partus
lama atau perpanjangan Kala II (Depkes RI Pusdiknakes)
Selain faktor langsung, secara tidak
langsung faktor psikologis ibu juga berperan penting pada saat persalinan,
Sebagian besar calon ibu terutama yang pertama kali menghadapi persalinan akan
merasa cemas sehingga menimbulkan ketegangan yang dapat menimbulkan gangguan
pada kontraksi uterus dan hal ini dapat menganggu persalinan. Bahwa dengan
kondisi psikologis yang positif proses persalinan akan berjalan lebih mudah
(Fithria, 2009).
Untuk mencapai sasaran Milenium
Development Goals (MDGs) yaitu angka kematian ibu sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup (KH) dan
angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 1.000 KH pada tahun 2015 perlu adanya
percepatan yang lebih besar dan kerja keras karena kondisi saat ini, AKI 225
per 100.000KH dan AKB 34 per 1.000 KH.
Berdasarkan survey demografi kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2012 AKI di insonesia berada pada angka 359/100.000 KH
dan AKB 32/1.000 KH.
Jumlah AKI di
jawa barat tahun 2012 tercatat mencapai 804/100.000 KH dan AKB 4.803/1.000 KH.
(bidang pelayanan kesehatan dinas kesehatan provinsi jawabarat)
Laporan KIA Dinas Kesehatan Kabupaten XXX
pada tahun 2013 Jumlah kematian ibu tercatat sebanyak 78 kasus
dari 49. 594 kelahiran hidup. Salah satu penyebab kematian ibu di
Kabupaten XXX terjadi karena, Perdarahan, Ekslampsi, Infeksi, Partus lama,
Adapun kematian neonatus 390, jumlah kematian bayi sebesar 114, dan jumlah kematian balita 39 kasus.
(Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten XXX, 2013)
Di wilayah kerja Puskesmas XXX pada
tahun 2013 terdapat 2 kematian ibu dengan penyebab kematian ibu adalah jantung
dan HIV/AIDS. Sedangkan jumlah kematian janin dalam kandungan (IUFD) ada 4 yang
di sebabkan jatuh 2, lilian tali pusat 1, IUFD 1, jumlah bayi lahir mati ada 1
yang di sebabkan KPD + sepsis, kematian neonatal ada 9 (Umur<1minggu 7org
dan umur>1 minggu 2 orang) yang di sebabkan oleh BBLR 4, Asfiksia 2, ileus
1, kelainan congenital 1, dana spirasi 1, kematian bayi ada 4 org (Umur 29 hari-11
bulan) yang di sebabkan oleh Pneumonia 1, febris 1, kelainan jantung 1, dan
kejang demam 1. (Laporan tahunan 2013 Puskesmas Poned XXX).
Masalah kematian ibu adalah masalah yang
kompleks, meliputi hal-hal yang
nonteknis seperti status wanita dan pendidikan. Walaupun masalah tersebut perlu
diperbaiki sejak awal, namun kurang realistis bila mengharapkan perubahan
drastis dalam tempo singkat, karena itu diperlukan intervensi yang mempunyai
dampak nyata dalam waktu relatif pendek (Sarwono, 2006).
Kesehatan Ibu merupakan komponen yang
sangat penting dalam kesehatan reproduksi karena seluruh komponen yang lain
sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu. Apabila Ibu sehat maka akan menghasilkan
bayi yang sehat yang akan menjadi generasi kuat (Sambutan menteri kesehatan
RI).
Berdasarkan
data yang diperoleh dari Bidan Praktek Mandiri (BPM) XXX Di Desa XXX Kecamatan XXX
Kabupaten XXX diperoleh data yaitu terdapat 161 ibu hamil dari mulai trimester
I sampai dengan trimester III, dari jumlah tersebut terdapat 42 ibu hamil
dengan usia kehamilan berkisar antara 28 40 minggu (trimester III) yang
terdapat di Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX periode Maret-Mei 2014.
Berdasarkan data yang diperoleh tersebut
penulis ingin meneliti tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil
Trimester III Tentang Proses Persalinan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menjelang
Persalinan Di BPM XXX Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun 2014.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan datadata yang diperoleh,
maka yang menjadi rumusan masalah penelitian ini adalah: Hubungan Tingkat
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Dengan Tingkat Kecemasan Ibu
Menjelang Persalinan Di BPM XXX Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun
2014.
C.
Tujuan
Penelitian
- Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk
diketahuinya Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang
Persalinan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan Di BPM XXX Desa XXX
Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun 2014.
- Tujuan Khusus
a.
Diketahuinya Hubungan Tingkat
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Proses Persalinan di BPM XXX Desa XXX
Kecamatan XXX Kabupaten XXX Tahun 2014.
b.
Diketahuinya Tingkat Kecemasan Ibu Hamil
trimester III dalam menghadapi persalinan di Di BPM XXX Desa XXX Kecamatan XXX
Kabupaten XXX Tahun 2014.
c.
Diketahuinya Hubungan Pengetahuan Ibu
Hamil Trimester III Tentang Proses Persalinan Di BPM XXX Desa XXX Kecamatan XXX
Kabupaten XXX Tahun 2014.
D.
Manfaat
Penelitian
1.
Bagi
Peneliti
Untuk mengetahui dengan jelas Hubungan Tingkat
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III
Tentang Persalinan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan
sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang ilmu kebidanan, serta
sebagai penerapan ilmu yang telah di dapat selama studi Program D-III
Kebidanan.
2.
agi
Ibu Hamil
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan ibu hamil
khususnya tentang perubahan fisiologis selama kehamilan.
3.
Bagi
BPM
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai
masukan informasi bagi BPM mengenai Tingkat Pengetahuan Ibu hamil Tentang
Persalinan. Sehingga bias memberikan masukan tentang pentingnya manfaat
memberikan pengetahuan tentang proses persalinan bagi ibu hamil.
4.
Bagi
Institusi Pendidikan
a. Menambah
daftar kepustakaan
b. Dapat
digunakan untuk bahan perbandingan bagi para mahasiswa yang akan mengadakan
penelitian.
Untuk mendownload KTI FULL klik link:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD