Hubungan Asupan Nutrisi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan proses f...
loading...
Hubungan Asupan Nutrisi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kehamilan merupakan proses fisiologis, namun banyak aspek dalam proses
kehamilan yang dapat menggeser sifat fisologis kehamialn mengarah kepada hal
yang patologis. Angka Kematian Ibu (AKI)
dan angka kesakitan Ibu dan Anak masih merupakan salah satu indikator
keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara.
WHO sebagai badan kesehatan dunia memberikan beberapa
protap kesehatan khusus untuk ibu hamil, salah satu hal yang menjadi sorotan
WHO adalah asupan nutrisi ibu hamil. WHO menyatakan bahwa gizi kurang pada
akhirnya menyebabkan beberapa penyakit dan penyulit dalam kehamilan,
diantaranya gizi kurang, BBLR, ketuban pecah dini, perdarahan, dan IUGR.1
Menurut WHO, pada tahun 2006
diseluruh dunia frekuensi terjadinya gizi kurang dalam kehamilan dapat
dikatakan cukup tinggi, berkisar antara 20-29%.1
Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih
tinggi, menurut Survei Kesehatan Dasar Departeman Kesehatan Republik
Indonesia tahun 2007 angka kematian ibu adalah 228 per 100.000 kelahiran
hidup.2
Gizi kurang pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu.
Gizi kurang karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu
hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu gizi kurang
pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia. Hal ini juga diungkapkan
oleh Simanjuntak tahun 1992, bahwa sekitar 70 % ibu hamil di Indonesia
menderita gizi kurang. Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi
yang paling lazim di dunia dan menjangkit lebih dari 600 juta manusia. Dengan frekuensi
yang masih cukup tinggi, berkisar antara 10% dan 20%.3
Prevalensi rata-rata gizi kurang pada ibu
hamil di Indonesia sekitar 63,5 % (Muhilaz, 2004). Gizi kurang pada umumnya terjadi
di seluruh dunia terutama di negara- negara berkembang (Devoloping Countries) dan
pada kelompok dewasa gizi kurang terjadi pada wanita usia reproduksi terutama
wanita hamil dan wanita menyususi karena mereka banyak yang mengalami
defisisensi zat gizi, melingkupi protein, vitamin dan mineral.3
Gizi kurang sangat berpengaruh
terhadap kehamilan, persalinan, dan nifas. Bahaya gizi kurang
terhadap kehamilan yaitu diantaranya dapat mengakibatkan terjadinya
keguguran (abortus), prematuritas, hambatan
tumbuh kembang janin dalan rahim,
mudah terjadi infeksi, serta
dapat mengakibatkan perdarahan antepartum. Pada persalinan, gizi
kurang dapat mengakibatkan gangguan pada his ataupun kekuatan mengejan,
retensio plasenta, perdarahan karena atonia uteri, dan juga dapat terjadi ketuban
pecah dini. Pada nifas dapat terjadi subinvolusi uteri yang dapat menimbulkan
perdarahan post partum, gizi kurang juga menyebabkan mudahnya terjadi infeksi
puerperium. 5
Karena defisiensi makanan
memegang peranan yang sangat penting dalam timbulnya gizi kurang, maka dapat
dipahami bahwa frekuensi angka terjadinya gizi kurang di negara-negara
berkembang lebih tinggi jika dibandingkan dengan di
negara-negara maju.1
Di Indonesia, dari total jumlah ibu hamil 40 % di antaranya
mengalami gizi kurang dan 34 % malnutrisi kronis.6
Studi
pendahuluan yang dilakukan di BPM H wilayah kerja Puskesmas XXX menunjukan 31%
ibu dirujuk karena ketuban pecah dini. Dan banyak ditemukan ibu hamil dengan
gizi kurang yang ditandai dengan lingkar lengan atas kurang dari 23cm, di
wilayah kerja Pukesmas XXX.
Untuk itu maka penulis merasa tertarik untuk
mengangkat masalah gizi kurang dalam kehamilan sebagai Karya Tulis Ilmiah
dengan judul Hubungan Asupan Nutrisi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di BPM
H wilayah Kerja Puskesmas XXX tahun 2014
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang di atas maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut Adakah hubungan
asupan nutrisi pada ibu
hamil dengan kejadian Ketuban Pecah dini Di BPM H wilayah kerja Puskesmas XXX
tahun 2014?
C. Tujuan Penelitian
1.
Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan
asupan nutrisi pada ibu
hamil dengan kejadian Ketuban Pecah dini Di BPM H wilayah kerja Puskesmas XXX
tahun 2014?
2.
Tujuan Khusus
a.
Untuk
mengetahui status asupan nutrisi pada ibu hamil di BPM H wilayah kerja Puskesmas XXX tahun 2014
b.
Untuk
mengetahui jumlah ibu hamil dengan ketuban pecah dini di BPM H wilayah kerja
Puskesmas XXX tahun 2014
c.
Untuk
mengetahui hubungan asupan nutrisi pada ibu hamil dengan kejadian Ketuban Pecah dini Di BPM H wilayah
kerja Puskesmas XXX tahun 2014
D. Ruang Lingkup
Penelitian ini dibatasi hanya pada asupan nutrisi pada ibu
hamil dengan kejadian Ketuban Pecah dini Di BPM H wilayah kerja Puskesmas XXX
tahun 2013, penelitian dilakuakn pada periode bulan Juni Juli dengan
pengambilan data retrospektif yaitu pengambilan data tahun 2014.
E. KegunaanPenelitian
Hasil Penelitian ini di harapkan dapat memberi manfaat
bagi :
1. Bagi Peneliti
Hasil
penelitian di harapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan tentang resiko
pada ibu hamil khususnya gizi kurang serta hal-hal yang perlu di ketahui dalam
penanganan gizi kurang sebagai bekal dalam pengabdian setelah lulus dari
pendidikan.
2. Bagi Masyarakat
Masyarakat dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang gizi
kurang. Khususnya gizi kurang pada ibu hamil.
3. Bagi Institusi Pelayanan
Sebagai bahan masukan dalam hal
perencanaan dan penanggulangan gizi
kurang pada ibu hamil dengan
ketuban pecah dini
4. Bagi Institusi Pendidikan
Karya tulis ini di
harapkan dapat memperkaya kepustakaan tentang resiko pada ibu hamil khususnya gizi kurang dan ketuban pecah dini
DOWNLOAD KTI KEBIDANAN FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD