Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hubungan Seks Dalam Kehamilan Dengan Posisi Hubungan Seks Selama Kehamilan BAB I PENDAH...
loading...
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hubungan Seks Dalam Kehamilan Dengan Posisi Hubungan Seks Selama Kehamilan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hubungan seks merupakan pencetusan dari cinta antar individu,
karena daya tarik dan panca indra ikut berperan. Oleh karna itu dalam hubungan seks
bukan hanya alat kelamin dan daerah erogen yang ikut berperan tapi juga psikologis
dan emosi. (1)
Kebutuhan manusia terdiri dari lima tingkat yaitu kebutuhan
fisik, keamanan, pengakuan dari oranglain, harga diri dan perwujudan diri. Kebuuhan
manusia yang paling dasar harus terpenuhi dahulu sebelum seseorang mampu mencapai
kebutuhan yang lebih tinggi tingkatannya. Salah satu dari kebutuhan fisik atau kebutuhan
yang paling dasar tersebut adalah seksual. Kebutuhan seksual juga harus di perhatikan
bagaimana cara pemenuhannya seperti halnya dengan kebutuhan fisik lainnya, meskipun
sseorang dalam keadaan hamil. (2)
Kehamilan bukan penghalang aktifitas sekssual, senggama boleh
dilakukan selama kehamilan dalam keadaan sehat. Wanita hamil mudah mencapai orgasme
ganda, hal ini terjadi karena hormone wanita dan hormone kehamilan mengalami peningkatan.
Ini menyebabkan perubahan pada sejumlah organ tubuh antara lain payudara dan organ
refroduksi, termasuk vagina sehingga menjadi lebih sensitive dan responsive. (3)
Libido dan keingan untuk menikmati hubungan intim selama masa
kehamilan sangat bervariasi. Umumnya dorongan seksual agak menurun di triwulan pertama.
Hal ini di sebabkan perubahan hormone yang menimbulkan mual-mual membuat ibu tidak
ada dorongan untuk melakukan hubungan seks. Triwulan kedua dorongan seksual wanita
hamil akan kembali meningkat, sejalan dengan hilangnya keluhan mual. Libido ini
turun lagi di triwulan ke tiga akibat ukuran dan berat janin yang semangin meningkat. (3)
Sebagian wanita merasa takut melakukan hubungan seksual selama
kehamilan, beberapa merasa gairah seksualnya menurun karena tubuh banyak melakukan
penyesuaian tentang bentuk kehidupan baru yang berkembang di dalam rahim. (4)
Hubungan seks pada wanita hamil yang sehat umumnya di anggap
tidak berbahaya sebelum sekitar 4 minggu terakhir kehamilan. Menurut Read dan Klebanoff
dalam Cuningham dkk. (5)
Pada satu kelompok
wanita, hanya 21% yang tidak mengalami atau sedikit mengalami kenikmatan seks sebelum
kehamilan. Presentasi wanita yang tidak mengalami kenikmatan seksual
ini meningkat menjadi 41% pada minggu ke
12 kehamilan dan 59% pada memasuki bulan kesembilan. Penelitian yang sama menunjukkan bahwa pada minggu ke 12 kehamilan, kira-kira 1 dari 10 pasangan sama sekali tidak melakukan hubungan
seksual memasuki bulan kesembilan, sepertiganya menjalani
pantang seksual. (6)
Pada kehamilan tua sekitar 14 hari mejelang
persalinan perlu dihindari hubungan seksual karena dapat membahayakan. Infeksi
bisa timbul bila hubungan di lakukan kurang higienis, ketuban bisa pecah, dan
persalinan mungkin terjadi karena sperma mengandung prostaglandin yang dapat
merangsang persalinan. Pada mereka yang sering mengalami keguguran habitualis
atau sering mengalami keguguran dapat terjadi rangsangan sehingga terjadi
keguguran. (1)
Pemilihan posisi yang salah dapat
menyebabkan gangguan pada kehamilan atau janin yang disebabkan oleh penetrasi
dari hubungan seks yang salah seperti menyebabkan kontraksi uterus jika posisi hubungan seksual dengan
berbaring, tengkurap atau miring kanan setelah empat bulan kehamilan.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk
meneliti tentang Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hubungan Seks Dalam Kehamilan Dengan Posisi Hubungan Seks Selama Kehamilan
Di Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun 2014
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah di uraikan di atas,
maka penulis dapat merumuskan masalah Adakah Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hubungan Seks Dalam
Kehamilan Dengan Posisi Hubungan Seks Selama Kehamilan Di Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun 2014
C. Tujuan Penelitian
1.
Tujuan umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama
kehmilan di puskesmas XXX kabupaten XXX
2.
Tujuan khusus
a.
Untuk mengetahui Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hubungan Seks Selama
Kehamilan Di Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun 2014
b.
Untuk mengetahui Posisi Hubungan Seks Selama Kehamilan Di Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun 2014
c.
Untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hubungan Seks
Dalam Kehamilan Dengan Posisi Hubungan Seks Selama Kehamilan Di Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun
2014
D. Ruang lingkup penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah untuk
mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hubungan Seks
Dalam Kehamilan Dengan Posisi Hubungan Seks Selama Kehamilan Di Puskesmas XXX Kabupaten XXX Tahun
2014
E. Kegunaan penelitan
1.
Kegunaan Teoritis
a. Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta pengalaman dalam melksanakan
penelitian.
b. Bagi Institusi Pendidikan
Hsil peneliian ini dapat di gunakan sebagai bacaan dan referensi bagi mahasiswa
di institusi pendidikan khususnya tentang hubungan seksual selama kehamilan.
2.
Kegunaan Praktis
a. Bagi Puskesmas XXX
Sebagai bahan masukan bagi penanggung jawab terkait termasuk termasuk tenaga
kesehatan yang ada di dalamnya dalam memberikan informasi pada ibu hamil terutama
tentang hubungan seksual selama kehamilan.
b. Bagi Responden
Hasil penelitian ini di harapkan menjadi bahan informasi bagi pengetahuan
ibu hamil tentang seks dalam kehamilan dengan posisi hubungan seks selama kehamilan.
DOWNLOAD KTI FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD