Hubungan antara Pengalaman Persalinan dengan Kejadian Robekan Perineum BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakan g Berdasarkan dat...
loading...
Hubungan antara Pengalaman Persalinan dengan Kejadian Robekan Perineum
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Berdasarkan data
dari WHO, setiap tahun diseluruh dunia lebih dari 585.000 ibu meninggal dunia
saat hamil atau bersalin.Indikator utama yang sering dipakai untuk
menilai kualitas pelayanan yang berkaitan dengan reproduksi adalah angka
kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), dimana hingga saat ini di
Indonesia angka tersebut masih tergolong tinggi.(1) Menurut WHO kematian ibu adalah
kematian seorang wanita yang terjadi saat hamil, bersalin, atau dalam 24 hari
setelah persalinan. Dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak
langsung terhadap persalinan.(2)
Pengalaman adalah peristiwa yang benar-benar pernah dialami. Pengungkapan
pengalaman secara narasi yang berarti mengemukakan atau memaparkan suatu peristiwa atau
pengalaman yang pernah dialami berdasarkan urutan
waktu terjadinya peristiwa.(3)
Pengalaman merupakan
sumber pengetahuan. Mengenali pentingnya pengalaman seputar persalinan bagi ibu
dan memberi kesempatan untuk menceritakannya dan membagikan pengalaman mereka
kepada orang lain sehingga menimbulkan pemahaman yang semakin mendalam.(4)
Pengalaman merupakan hal yang tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-harinya. Pengalaman juga sangat
berharga bagi setiap manusia dan pengalaman juga dapat diberikan kepada siapa
saja untuk digunakan dan menjadi pedoman serta pembelajaran manusia. Pengalaman
ibu bersalin juga tidak dapat dilupakan karena hampir semua ibu yang bersalin mengharapkan hal yang terbaik
untuk ia dan bayinya. (4)
Pada kehamilan dan persalinan dapat terjadi perlukaan
pada alat-alat genital, walaupun yang paling sering terjadi ialah perlukaan
ketika persalinan. Perlukaan alat genital pada kehamilan dapat terjadi baik
pada uterus, serviks, maupun pada vagina, sedangkan pada persalinan di samping
pada ketiga tempat di atas perlukaan dapat juga terjadi pada vulva dan perineum.
Derajat luka dapat ringan hanya berupa luka lecet saja sampai yang berat berupa
terjadinya robekan yang luas disertai pendarahan yang hebat.(5)
Robekan jalan lahir selalu memberikan pendarahan dalam
jumlah yang bervariasi banyaknya. Pendarahan dari jalan lahir harus selalu di evaluasi,
yaitu sumber dan jumlah pendarahan sehingga dapat diatasi. Sumber pendarahan
dapat berasal dari perineum, vagina, serviks dan robekan uterus (rupture
uteri). Robekan jalan lahir banyak dijumpai pada pertolongan persalinan dengan
dukun. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan resiko rendah
mempunyai komplikasi ringan sehingga dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI).(6)
Berdasarkan
kesepakatan internasional, tingkat kematian maternal (Maternal Mortility Rate) didefinisikan sebagai kematian wanita
sewaktu hamil, melahirkan, atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan. Tidak tergantung dari lama
kehamilan, disebabkan oleh apapun yang berhubungan dengan kehamilan atau
penanganannya tetapi tidak secara kebetulan atau oleh penyebab tambahan
lainnya.(2)
Kematian
Maternal dapat digolongkan pada kematian obstetrik langsung (direct obstetric death), kematian obstetrik tidak langsung (indirect obstetric death) dan kematian
yang terjadi bersamaan tetapi tidak berhubungan dengan kehamilan dan
persalinan, misalnya kecelakaan. Kematian obstetrik langsung disebabkan oleh
komplikasi kehamilan, persalinan, nifas,atau penanganannya. Dari hasil survei yang dilakukan, Angka Kematian Ibu telah menunjukan
penurunan dari waktu kewaktu, namun demikian upaya untuk menunjukan target
tujuan MDGs tahun 2015 (102/100.000 KH) masih membutuhkan komitmen dan usaha
keras yang terus menerus. Demikian halnya dengan Angka Kematian Bayi masih jauh
dari target MDGs (23/1000 KH).(1)
Adapun data di
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Tahun 2012 Angka Kematian Ibu mencapai
109.2/100.000 kelahiran hidup.4 Dan di Kabupaten XXX pada tahun 2012
jumlah kematian ibu sebesar 76 kasus dari 49.373 kelahiran hidup dan jumlah
kematian bayi sebesar 491/49.737 kelahiran hidup.(4)
Direktur Bina Kesehatan Ibu Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat
Kementerian Kesehatan Indonesia, Sri Hermiyanti mengatakan penyebab langsung
kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan terutama adalah perdarahan (28%).
Sebab lain, yaitu eklamsi (24%), infeksi (11%), partus lama (5%), dan abortus
(5%). Adapun penyebab perdarahan pascapersalinan, antara lain, karena gangguan
pada rahim, pelepasan plasenta, robekan jalan lahir, dan gangguan faktor
pembekuan darah. Risiko akan meningkat, antara lain pada ibu hamil yang
menderita anemia dan rahim teregang terlalu besar karena bayi besar. Hal serupa
juga diungkapkan oleh bahwa salah satu
penyebab terjadinya perdarahan postpartum adalah laserasi jalan lahir yaitu
mencapai 4%-5% pada setiap kejadian perdarahan postpartum.(5)
Penelitian
terhadap kematian ibu memperlihatkan bahwa penderita perdarahan postpartum
meninggal dunia akibat terus-menerus terjadi perdarahan yang jumlahnya kadang-kadang
menimbulkan kecurigaan kita, yang menimbulkan kematian bukanlah perdarahan
sekaligus dalam jumlah banyak, tetapi justru perdarahan yang terus-menerus
dalam jumlah sedikit. Sebab-sebab perdarahan postpartum dibagi menjadi empat
kelompok utama diantaranya yaitu atonia uteri, trauma atau laserasi jalan
lahir, retensio plasenta, dan kelainan perdarahan.
Robekan jalan
lahir merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan pascapersalinan. Robekan
dapat terjadi bersamaan dengan atonia uteri. Perdarahan pascapersalinan dengan
uterus yang berkontraksi baik biasanya disebabkan oleh robekan serviks atau
vagina.(6)
Ruptur perineum atau robekan jalan
lahir merupakan masalah yang sering terjadi pada hampir semua persalinan
pertama dan tidak jarang juga terjadi pada persalinan berikutnya. Berdasarkan
hasil data survei,
angka kejadian ruptur yang dialami ibu bersalin di Puskesmas Poned XXX
XXX
baik yang ruptur spontan maupun yang ruptur karena tindakan episiotomi pada
tahun 2014
periode dari bulan
Januari-Mei
sebesar 38 dari 78 persalinan normal. Kesimpulan dari
data tersebut kejadian robekan
perineum
masih tinggi
di Puskesmas Poned XXX XXX.
Berdasarkan
latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk mengangkat masalah dalam
penelitian ini yaitu Hubungan
antara Pengalaman Persalinan dengan Kejadian Robekan Perineum di Puskesmas
Poned XXX XXX tahun 2014.
B.
Perumusan
Masalah
Berdasarkan hasil data survei yang masalah dalam
penelitianka kejadian
ruptur yang dialami ibu bersalin di Puskesmas Poned XXX XXX yang mengalami
ruptur spontan maupun yang ruptur karena tindakan episitomi sebesar 26 dari 78
persalinan normal, maka penulis dapat
mengemukakan perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu
Adakah hubungan antara
pengalaman dengan kejadian robekan perineum di Puskesmas Poned XXX
XXX
tahun 2014.
C.
Tujuan
1. Tujuan Umum
Penelitian
ini secara umum bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Pengalaman Persalinan dengan Kejadian
Robekan Perineum di Puskesmas Poned XXX XXX tahun 2014.
2.
Tujuan Khusus
a. Diketahuinya pengalaman persalinan.
b. Diketahuinya kejadian robekan perineum.
D.
Ruang
lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian
ini untuk mengidentifikasi
adanya hubungan antara pengalaman persalinan dengan kejadian robekan perineum
hal ini disebabkan karena banyak terjadinya robekan perineum di Puskesmas Poned XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX tahun 2014.
Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2014 dengan jumlah seluruh ibu
bersalin di Puskesmas Poned XXX XXX dengan jumlah populasi sebanyak 78 orang
dengan sampel 78 orang dengan teknik total sampling.
E.
Manfaat penelitian
1.
Praktis
a.
Bagi
Puskesmas Poned XXX
Dengan
dilakukannya penelitian ini, pihak Puskesmas selain dapat melakukan pencegahan dan
penananganan yang lebih baik, juga dapat digunakan sebagai masukan untuk
evaluasi dalam pencegahan robekan perineum pada ibu bersalin.
b.
Bagi
Responden
Dapat
memperoleh informasi mengenai
hubungan antara pengalaman persalinan
dengan robekan perineum bagi responden.
2. Teoritis
a.
Bagi Peneliti
Penelitian ini
diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti, terutama untuk menambah wawasan dan
pengalaman dalam penelitian serta sebagai bahan untuk penerapan ilmu yang
didapat selama pendidikan.
b.
Bagi
Institusi Pendidikan
Dapat dijadikan informasi dan referensi, Sebagai
bahan bacaan bagi mahasiswa dan sumber pustaka dalam upaya pengembangan penelitian lebih lanjut dimasa
yang akan datang.
DOWNLOAD KTI KEBIDANAN FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD