Hubungan Antara Kontraksi Uterus dengan Percepatan Fase Dilatasi Maksimal pada Ibu Bersalin Primigravida BAB I PENDAHULUAN A. Lata...
loading...
Hubungan Antara Kontraksi Uterus dengan Percepatan Fase Dilatasi Maksimal pada Ibu Bersalin Primigravida
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pembangunan kesehatan diselenggarakan
dengan berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan
merata, serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk
rentan, antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia, dan keluarga miskin. (1)
Sejalan dengan tujuan pembangunan
kesehatan tersebut, maka Indonesia mempunyai visi yaitu delapan sasaran MDGs (Millenium Development Goals) khusus pada salah satu target yaitu
mengenai, menurunkan angka kematian bayi dan meningkatkan
derajat kesehatan ibu. (1)
Dalam Asuhan Persalinan Normal, persalinan adalah proses dimana bayi,
plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya
terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai
penyulit. (2)
Pada proses persalinan ini terjadi dua fase
yaitu fase laten dan fase aktif. Fase aktif adalah frekuensi dan lama kontraksi
uterus akan meningkat secara bertahap (kontraksi dianggap memadai/adekuat jika
terjadi 3 kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik
atau lebih). Pada fase aktif ini, terdapat tiga sub fase diantaraya adalah fase
akselerasi, fase dilatasi maksimal, dan fase deselerasi. Fase dilatasi maksimal
adalah fase dilatasi serviks pada pembukaan 4 cm sampai dengan 9 cm yang
berlangsung selama 2 jam. (3)
Dalam Asuhan
Persalinan Normal, pada pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan
lengkap atau 10 cm, akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam
(nulipara atau primipara) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara), sehingga
dapat dikatakan percepatan fase dilatasi
maksimal pada proses persalinan terjadi apabila dilatasi serviks pada pembukaan
4 cm sampai 9 cm terjadi kurang dari 2 jam.
(3)
Banyak
hal yang dapat mepengaruhi terjadinya percepatan
fase dilatasi maksimal
dimana salah satu penyebabnya yaitu kekuatan dari kontraksi uterus atau his. (3)
Pada beberapa kasus khususnya yang
terjadi, percepatan fase dilatasi maksimal ini dapat menyebabkan trauma pada ibu maupun
janin diantaranya yaitu terjadinya rupture uteri, trauma jalan lahir, bahkan
sampai dengan kematian ibu yang disebabkan oleh komplikasi perdarahan.
Angka Kematian Ibu (AKI)
adalah jumlah kematian ibu karena kehamilan, persalinan, dan nifas pada tiap
1000 kelahiran hidup dalam wilayah dan waktu tertentu. Sedang angka kematian bayi (AKB) adalah jumlah
kematian anak di tahun pertama kehidupannya untuk 1.000 kelahiran hidup. (4)
Angka Kematian Ibu (AKI) di
Indonesia pada peluncuran Survey
Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 melonjak drastis dari 228/100.000
kelahiran hidup tahun 2007 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup, sedang Angka Kematian
Bayi (AKB) hanya turun sedikit, dari 34/1000 kelahiran hidup tahun 2007
menjadi 32 /1000 kelahiran hidup. (5)
Sebagaian besar (sebesar 90%) penyebab kematian ibu secara
langsung adalah komplikasi yang terjadi pada saat persalinan dan segera setelah
bersalin. Penyebab tersebut dikenal dengan Trias Klasik yaitu pendarahan (28%),
eklampsia (24%) dan infeksi (11%). Sedangkan penyebab tidak langsungnya antara
lain adalah ibu hamil menderita kurang energi kronis (KEK) 37%, anemia (HB
kurang dari 11 gr%) 40%. (5)
Jumlah kematian
ibu berdasarkan laporan tahunan KIA kabupaten/kota di Jawa Barat tahun 2012
menunjukan sebanyak 808 dari 911.349 jumlah kelahiran hidup. (6)
Dinas Kesehatan Kabupaten XXX
menyebutkan pada tahun 2013 jumlah kematian ibu sebanyak 76 dari 49.737
kelahiran hidup. (7)
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang
dilakukan peneliti di BPM S Desa XXX Kabupaten XXX pada bulan Januari sampai
Juni tahun 2014, terdapat 8 kasus persalinan dengan percepatan
fase dilatasi maksimal pada primigravida dari total keseluruhan
jumlah persalinan sebanyak 14 orang. (8)
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian tentang
Hubungan Antara Kontraksi Uterus dengan Percepatan Fase Dilatasi Maksimal pada
Ibu Bersalin Primigravida di BPM S Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Periode
Januari-Juni 2014.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu
Apakah Terdapat Hubungan Antara Kontraksi Uterus dengan Percepatan
Fase Dilatasi Maksimal pada Ibu Bersalin Primigravida di BPM S
Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Periode Januari-Juni 2014 ?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk
mengetahui apakah terdapat hubungan antara kontraksi uterus percepatan
fase dilatasi maksimal pada ibu bersalin primigravida di BPM S
Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Periode Januari-Juni 2014.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk
mengetahui gambaran kontraksi
uterus pada ibu
bersalin primigravida di BPM S Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Periode
Januari-Juni 2014.
b. Untuk
mengetahui gambaran percepatan fase dilatasi maksimal pada ibu bersalin primigravida di BPM S
Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Periode Januari-Juni 2014.
c. Untuk
mengetahui hubungan
antara kontraksi uterus dengan percepatan fase dilatasi maksimal
pada
ibu
bersalin primigravida di BPM S Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Periode
Januari-Juni 2014.
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada hubungan antara kontraksi uterus dengan
percepatan fase dilatasi maksimal pada ibu bersalin primigravida. Subjek
penelitian ini seluruh ibu bersalin primigravida di BPM S Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX. Alasan
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kontraksi uterus dengan
percepatan fase dilatasi maksimal pada ibu bersalin primigravida di BPM S
Desa XXX Kecamatan XXX Kabupaten XXX Periode Januari-Juni 2014.
E. Kegunaan Penelitian
1. Secara Teoritis
a. Bagi Peneliti
Diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti sebagai upaya dalam menerapkan
ilmu serta asuhan yang telah didapatkan pada penelitian ini terutama mengenai hubungan
antara kontraksi uterus dengan percepatan fase dilatasi maksimal
pada ibu bersalin primigravida.
b. Bagi Institusi DIII Kebidanan XXX
Penelitian ini diharapkan dapat
bermanfaat sebagai dokumentasi dan referensi serja kajian pustaka pada perpustakaan Program Studi DIII Kebidanan XXX.
2. Secara Praktis
a. Bagi BPM
Diharapkan
penelitian ini bermanfaat bagi berbagai instansi yang terkait terutama BPM S
dalam asuhan kebidanan yang diberikan,
khusunya mengenai hubungan antara
kontraksi uterus dengan percepatan fase dilatasi maksimal
pada ibu bersalin primigravida sehingga dapat mengatasi
komplikasi yang terjadi dan dapat memberikan pelayanan yang bermutu.
b.
Bagi Responden
Diharapkan penelitian ini akan bermanfaat bagi bagi
responden khususnya ibu bersalin primigravida yaitu sebagai bahan informasi
untuk mengetahui kontraksi uterus dan percepatan fase dilatasi maksimal
sehingga dapat melakukan upaya pencegahan maupun penanggulangan komplikasi yang
mungkin terjadi.
DOWNLOAD KTI KEBIDANAN FULL:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD