Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bidan Dalam Penatalaksanaan IMD BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Inisiasi Menyusu Dini (...
loading...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bidan Dalam Penatalaksanaan IMD
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah
proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari putting susu ibunya sendiri. Pada keadaan ini IMD merupakan
proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri dapat menyusu segera dalam satu jam pertama setelah lahir, bersamaan dengan kontak kulit antara bayi dengan kulit ibu.
Inisiasi menyusu dini juga berperan dalam pencapaian tujuan Millenium Development Goals (MDGs),
khususnya pada tujuan keempat, yakni membantu mengurangi angka kematian bayi. Menurut target MDGs, Indonesia saat ini tercatat angka kematian bayi masih sangat tinggi yaitu 35/1.000 kelahiran hidup, itu artinya setiap hari bayi meninggal dan sekitar 175.000 bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun. Masih banyak ibu yang belum mengerti tentang pemberian ASI Ekslusif dan pengetahuan tentang inisiasi menyusui dini. Kematian bayi baru lahir dapat dicegah jika bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama setelah kelahirannya.
Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tercantum dalam SK Menkes No. 450/MenKes/SK/IV/2004
tentang asuhan bayi baru lahir untuk satu jam pertama yang menyatakan bahwa bayi harus mendapat kontak kulit dengan kulit ibunya segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam, Akan tetapi pelaksanaan pemberian ASI (Air Susu Ibu) dari umur 0 bulan di Indonesia menurut
SDKI tahun 2009 hanya 34,3%.
Dengan melakukan IMD, bayi belajar beradaptasi dengan kelahirannya di dunia,
selain itu kedekatan antara ibu dengan bayinya akan terbentuk dalam proses IMD
tersebut. Sebab, dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh bayi akan drop (turun)
hingga mencapai 25%
Menurut WHO (2012), Angka Kematian
Bayi masih tergolong tinggi di Indonesia
tergolong lebih tinggi dibandingkan Negara-negara lainnya di ASEAN. Berdasarkan
Human Developmen Report 2010 AKB di Indoonesia mencapai 31 per 1.000 kelahiran,
angka itu 5,2 kali lebih tinggi dibandingkan Malaysia juga 1,2 kali lebih
tinggi dibandingkan dengan Filipina dan 2,4 kali lebih tinggi jika dibandingkan
dengan Thailand, karena itu, masalah ini harus menjadi perhatian serius. Untuk bayi berusia dibawah 2 bulan, angka kematian ini meningkat menjadi 480 % sekitar 40 % kematian balita terjadi satu bulan pertama kehidupan bayi. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat mengurangi 22 % kematian bayi 28 hari, berarti Inisiasi Menyusu Dini (IMD) mengurangi kematian balita 8,8%.
Di Indonesia angka
kematian ibu (AKI) adalah 228/100.000 kelahiran
hidup dan AKB adalah 34/1.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu dan bayi di
Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara.
Berdasarkan
data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2013 AKI adalah 758 KH dan
AKB 4.108 KH. (www.dinkes.jabarprov.go.id dinkses
tanggal 28 Maret 2014)
Dilihat
dari laporan Dinas Kesehatan Kabupaten XXX Angka Kematian Ibu tahun 2010 (46
kasus), tahun 2011 (70 kasus), tahun 2012 (76 kasus), dan pada tahun 2013 (78
kasus). Dan tercatat Angka Kematian Bayi (55 kasus) pada tahun 2013.
Berdasarkan
data dari Puskesmas XXX pada tahun 2013 terdapat jumlah kematian ibu sebanyak 1
orang, Angka kematian Bayi berjumlah 2 orang, 1 orang IUFD 1 orang asfiksia.
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah
proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari putting susu ibunya sendiri. Pada keadaan ini IMD merupakan
proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri dapat menyusu segera dalam satu jam pertama setelah lahir, bersamaan dengan kontak kulit antara bayi dengan kulit ibu.
Dengan melakukan IMD, bayi belajar beradaptasi dengan kelahirannya di dunia,
selain itu kedekatan antara ibu dengan bayinya akan terbentuk dalam proses IMD
tersebut. Sebab, dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh bayi akan drop (turun)
hingga mencapai 25%.
Keren
Edmond, dkk. Melakukan penelitian terhadap 10.947 bayi pedesaan Ghana
(Afrika). Hasil penelitian menunjukan, permulaan
(inisiasi) menyusu dini dalam jam pertama setelah lahir menurunkan 22% resiko kematian bayi-bayi usia 0-28 hari.(9)
Sebaliknya penundaan Inisiasi Menyusu Dini meningkatkan resiko kematian. Namun demikian, terdapat beberapa intervensi yang dapat mengganggu kemampuan alami bayi untuk mencari dan menemukan sendiri payudara ibunya. Diantaranya, obat kimiawi yang diberikan saat ibu melahirkan bisa sampai kejanin melalui ari-ari dan mungkin menyebabkan bayi sulit menyusu pada payudara ibu (Roesli, 2012).
Berdasarkan
hasil data diatas, penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Bidan
Dalam Penatalaksanaan IMD di Poned XXX Kabupaten
XXX Tahun 2014
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, dapat diketahui bahwa IMD harus dilakukan pada setiap persalinan, maka dari itu perumusan masalah penelitian ini yaitu faktor
faktor apakah yang mempengaruhi bidan dalam penatalaksanaan IMD di PONED XXX?
C.
Tujuan Penelitian
1.
Tujuan Umum
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi penatalaksanaa IMD di
Puskesmas PONED XXX.
2.
Tujuan
Khusus
a.
Diketahuinya pengaruh faktor
pengetahuan yang
mempengaruhi penatalaksanaa IMD di PONED XXX
b.
Diketahuinya pengaruh faktor
prilaku yang mempengaruhi penatalaksanaan IMD pada persalinan di PONED XXX.
c.
Diketahuinya pengaruh faktor sikap yang mempengaruhi penatalaksanaan
IMD pada persalinan
di PONED XXX.
D.
Ruang Lingkup
Penelitian ini membahas Variabel
independen dan variabel dependen. Dimana
variabel independen adalah pengetahuan, prilaku dan sikap bidan , dan variabel
dependen adalah penatalaksanaan IMD. Tempat penelitian adalah
Puskesmas PONED XXX. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Crossectional, dimana variabel independen dan
variabel dependen diteliti secara bersamaan, untuk data penelitian menggunakan data
sekunder, sedangkan
Instrumen penelitian yang dipakai adalah kuesioner untuk kedua variabel.
E.
Manfaat.
1.
Guna
teoritis
a.
Bagi
Institusi Pendidikan
Sebagai tambahan kepustakaan dan
sebagai bahan perbandingan mahasiswa lain yang akan melakukan penelitian
penatalaksanaan IMD
b.
Bagi
Peneliti
Penelitian ini sebagai sarana dalam mengembangkan
dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat selama pendidikan.
2.
Guna
praktis
a.
Bagi puskesmas
Dari penelitian dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi Puskesmas yang bersangkutan dalam hubungannya dengan jasa pelayanan kesehatan, sehingga dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan kualitas pelayanan kesehatan.
b. Bagi Bidan (responden)
Penelitian ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi tenaga kesehatan, terutama para Bidan tentang pentingnya Inisiasi Menyusu Dini pada bayi baru lahir.
untuk mendownload FULL KTI klink link berikut:
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
PASSWORD