Pernahkah Anda merasakan sensasi lidah terbakar setelah mengonsumsi makanan atau minuman panas? Lidah terbakar atau glossodynia, atau dysaesthesia lisan, adalah suatu kondisi yang menyebabkan sensasi terbakar di lidah Anda tanpa alasan medis yang jelas. Hal ini mungkin sebuah kelanjutan kronis dari sensasi terbakar berulang yang pernah Anda alami sebelumnya, yang bisa sangat tidak nyaman dan frustasi.
Penyebab masalah lisan menjengkelkan ini diklasifikasikan sebagai primer dan sekunder. Penyebab utama terkait dengan masalah dengan rasa dan saraf sensorik. Penyebab sekunder meliputi kondisi yang mendasari medis seperti mulut kering, sariawan, geografis lidah yang buruk, kekurangan gizi, gigi palsu kurang pas, reaksi alergi terhadap makanan, penyakit gastroesophageal reflux (GERD), obat-obatan tertentu, kebersihan mulut yang buruk, gangguan endokrin dan faktor psikologis, seperti kecemasan, depresi atau stres.
Baca juga: 10 Kondisi Lidah dan Artinya Terhadap Kesehatan
Orang diabetes dan wanita yang telah memasuki tahap menopause berada pada risiko tertinggi terkena gejala ini. Terlepas karena makanan panas atau sensasi tersiram air panas di lidah, gejala lain termasuk adanya rasa logam atau rasa pahit yang menyertai sensasi terbakar, perasaan memiliki mulut kering meskipun produksi air liur adalah normal, rasa haus meningkat, hilangnya rasa dan adanya warna kemerahan di lidah. Berikut adalah 10 cara untuk membantu mengobati sindrom lidah terbakar.
10 Cara Alami Meredakan Lidah Terbakar
1. Air dingin
Segera setelah Anda memiliki sensasi terbakar di lidah Anda, minum air dingin. Ini akan memiliki efek mati rasa pada saraf di lidah Anda, yang akan menenangkan sensasi terbakar serta nyeri.
2. Alpha-lipoic acid
Alpha-lipoic acid (ALA) adalah pengobatan yang efektif untuk rasa terbakar di lidah. Antioksidan kuatnya membantu melindungi tubuh terhadap radikal bebas. Bahkan membantu memulihkan fungsi sel-sel saraf yang rusak dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
3. Vitamin B
Kekurangan vitamin B dapat mempengaruhi jaringan dari mulut dan lidah, menyebabkan sindrom mulut terbakar. Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam Journal of Periodontology melaporkan bahwa tingkat B12 rendah dapat menyebabkan lidah ada sensasi terbakar. Dengan meningkatkan asupan vitamin B, Anda dapat secara efektif mengobati gejala ini.
4. Baking soda
Baking soda adalah obat rumahan yang efektif untuk meredakan sensasi lidah terbakar. Ini membantu menetralisir lingkungan di mulut Anda dan menyeimbangkan tingkat pH-nya.
Baking soda bahkan bisa membantu melawan infeksi mulut dan pertumbuhan berlebih dari ragi dalam mulut Anda. Hal ini membantu mengurangi gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
5. Madu
Madu adalah pengobatan alami yang dapat membantu menenangkan sensasi terbakar dan bahkan membantu melawan infeksi. Madu juga dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan.
6. Lavender
Lavender adalah obat lain yang efektif untuk mengobati lidah terbakar. Ini membantu mensterilkan mulut dan menenangkan sensasi terbakar. Zat anti-inflamasi dari ramuan ini membantu meringankan rasa sakit dan mengurangi peradangan. Bahkan mempercepat proses penyembuhan.
7. Aloe vera
Aloe vera gel adalah obat menenangkan untuk sindrom lidah terbakar. Aloe vera juga melindungi jaringan sensitif di mulut dan membantu mengobati mulut kering, kemungkinan penyebab sindrom lidah terbakar.
Mint juga membantu mengurangi sensasi terbakar di mulut Anda. Ramuan pendingin ini memiliki properti antibakteri menghambat pertumbuhan bakteri dalam mulut, yang mencegah masalah yang berhubungan dengan infeksi.
9. Cabe rawit
Cabe rawit merangsang kelenjar ludah, sehingga dapat membantu mengobati gejala yang berhubungan dengan pembakaran mulut. Senyawa capsaicin di dalamnya juga dapat menurunkan rasa mudah terpengaruh pada saraf yang menyebabkan sensasi terbakar.
10. Gliserin
Gliserin juga dapat mengurangi sensasi terbakar dan menenangkan daerah yang terkena. Juga membantu mengurangi kekeringan di mulut, salah satu alasan adanya sensasi terbakar pada lidah.