Lima Riwayat Menstruasi Yang Mampu Mengurangi Kadar Kesuburan Wanita
loading...
Lima Riwayat Menstruasi Yang Mampu Mengurangi Kadar Kesuburan Wanita | Dalam perencanaan kehamilan, tidak dapat dipungkiri
kalau menstruasi adalah salah satu komponen yang sangat penting. Meskipun
menstruasi menghalangi niat Anda dan suami berhubungan demi mendapatkan
momongan, sejatinya fenomena bulanan ini adalah penanda penting siklus Anda.
Hanya
dengan menstruasi, Anda tahu kapan siklus bulanan dimulai. Ini karena hari
pertama siklus dimulai dengan keluarnya darah kotor dari vagina Anda. Gara – gara
menstruasi pula, Anda mengetahui kapan ovulasi tiba dan bisa dengan cepat
merencanakan kehamilan di saat yang tepat.
Oleh karenanya,
jika menstruasi berjalan kurang baik dan disertai gejala – gejala tertentu,
Anda perlu waspada! Barangkali ada riwayat – riwayatyang membuat status infertil bisa tersemat pada diri Anda. Apa saja
riwayat tersebut? Mari simak kelima poin berikut!
1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Apakah
siklus Anda berlangsung kurang atau lebih dari 1 bulan? Jika jawabannya iya,
berarti Anda juga mengalami menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi yang
tidak teratur akan mengakibatkan ovulasi tidak rutin. Masa subur Anda bahkan
akan sulit sekali dideteksi.
Namun,
siklus menstruasi yang tidak teratur juga bisa menjadi indikasi problem
kesuburan lainnya. Problem yang dimaksud adalah masalah tiroid(kelenjar gondok yang
berfungsi proses metabolisme), problem prolaktin(jika
kadar prolaktin terlalu tinggi, produksi hormon yang dibutuhkan untuk ovulasi
menjadi terbatasi), atau sindrom ovarium
polikistik (adanya
kista kecil di sekitar ovarium dan menyebabkan hormon seks wanita tidak
seimbang). Tapi kalau Anda sudah berusia di atas 40 tahun, kemungkinan siklus
menstruasi yang tidak teratur ini menandakan Anda menopause dini.
Untuk mengetahui
apakah siklus Anda teratur atau tidak dan terlalu cepat atau terlalu lama
datangnya, lakukan saja penghitungan! Jumlahkan dari hari pertama menstruasi terakhir
hingga awal menstruasi selanjutnya. Siklus yang wajar biasanya terjadi selama
24 – 35 hari. Kalau siklus Anda kurang atau lebih dari itu, carilah bantuan
secepatnya pada dokter spesialis kesuburan.
2. Menstruasi Terasa Sangat Ringan
Atau Sangat Berat
Tidak
dapat dipungkiri kalau menstruasi yang wanita alami per bulannya dapat terjadi
seenak-enaknya. Kadang biasa – biasa saja, dan kadang juga sakitnya luar biasa.
Tapi, coba Anda amati, jika menstruasi Anda terasa sangat ringan atau
sebaliknya sangat berat dan terjadi secara terus-menerus atau konsisten, inilah
alarm bagi kesuburan.
Kondisi
menstruasi yang sangat ringan atau sangat berat dan terjadi secara konsisten,
dapat berarti ovulasi Anda menuai masalah. Terlebih jika di luar minggu
menstruasi terjadi perdarahan yang sangat mendadak, mungkin ada peluang fibroid
hidup dalam lapisan rahim. Fibroid sendiri adalah tumor jinak yang
terbentuk dalam dinding rahim.
3. Mengalami Bercak – Bercak Darah
Di Antara Periode Siklus
Sejauh
ini, bercak – bercak atau flek darah memang dikenal sebagai tanda awal
kehamilan. Tapi, tunggu dulu! Bercak seperti apa yang Anda lihat selama siklus?
Bercak darah yang dikenali sebagai indikasi kehamilan adalah bercak berwarna
kecoklatan. Sedangkan yang perlu Anda waspadai adalah yang berwarna merah
cerah, seperti darah segar yang baru mengalir dari luka. Jika ini terjadi,
segeralah menemui dokter!
Hal
ini juga berlaku pada perdarahan yang terjadi selama siklus di luar menstruasi.
Ada kasus – kasus perdarahan yang merujuk pada infeksi, masalah plasenta,
keguguran, atau kehamilan ektopik yang bahkan bisa mengancam jiwa Anda.
4. Selama Menstruasi, Ada Rasa Nyeri Pada Panggul
Merasakan nyeri
atau keram pada bagian panggul memang sudah biasa dialami wanita selama
menstruasi. Tapi, lain lagi ceritanya jika rasa nyeri dan keram tersebut
terlalu berlebihan. Rasa sakit pada panggul yang parah dan berlebihan bisa
menjadi tanda endometriosis (kelainan yang menyerang sistem
reproduksi wanita, di mana lapisan dalam rahim malah tumbuh di luar rongga
rahim) atau adhesi panggul (jaringan parut pada panggul yang dapat mengubah
struktur tuba falopi dan menyebabkan infertilitas).
5. Menstruasi Setelah Usia 18 Tahun
Jika
sampai sekarang Anda tak kunjung mendapatkan momongan, coba tengok sejarah
menstruasi yang satu ini. Pada usia berapakah Anda pertama kali mengalami
pubertas? Jika pada usia 18 tahun Anda baru mendapatkannya, dapat dikatakan
Anda sudah cukup terlambat. Menurut medis, kondisi ini bisa disebabkan oleh
ketidakseimbangan hormon dan gangguan endokrin reproduksi. Bahwasanya, ada
disfungsi hormon endokrin yang menyebabkan sistem reproduksi Anda terganggu dan
berakhir pada masalah infertilitas.
Jika
Anda menemui riwayat menstruasi tersebut hingga kini, buat apa berpikir
berulang – ulang kali? Segera bawa diri Anda menuju dokter kesuburan terdekat
untuk mendapatkan penanganan terbaik. Jika riwayat menstruasi yang berdampak
pada kesuburan tersebut bisa segera diatasi, mendapatkan momongan pun tak perlu
menunggu waktu bertahun – tahun lagi. Semoga bermanfaat.
Sumber :
akuinginhamil.com